Aceh Selatan Miliki Dua Orang Pengawas Tambang

87
Aceh Selatan Miliki Dua Orang Pengawas Tambang / Ilustrasi

Aceh Selatan Miliki Dua Orang Pengawas Tambang / Ilustrasi
Aceh Selatan Miliki Dua Orang Pengawas Tambang / Ilustrasi

TAPAKTUAN | DiliputNews.com – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben ) Aceh Selatan, Syamsulijar menjelaskan selama ini untuk mengelola pertambangan khususnya Aceh Selatan, Pihak Pemkab sudah memiliki dua orang pengawas (inspektur) tambang yang baru selesai melakukan pendidikan.

”Untuk masalah pengawasan, sudah ada 2 orang inspektur tambang yang kami sekolahkan, mereka sudah berada di Aceh Selatan,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben ) Aceh Selatan, Syamsulijar dalam Forum Group Discusion (FGD) Sektor Pertambangan yang dibuat oleh Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Rabu (17/9/2014) di Aceh Selatan.

Untuk sementara ini, kata Syamsulijar pemerintah Aceh Selatan sudah mengeluarkan Surat Kerja (SK) sementara untuk inspektor tambang tersebut, sehingga mulai sekarang inspektor tamnbang tersebut sudah mulai bekerja untuk mengawasi pertambangang.

”Kami juga sudah mengajukan surat untuk diangkat secara resmi sebagai tenaga fungsional, karena inspektur pertambangan sangat diperlukan agar tambang yang ada bisa dikelola dan diawasi dengan baik,” jelasnya.

Syamsulijar juga menambahkan pihak Distamben sudah melakukan beberapa strategi dalam memperbaiki tata kelola pertambangan seperti dengan adanyan keterbukaan informasi. Karena keterbukaan informasi itu sangat diperlukan agar tidak adanya kecurigaan masyarakat kepada Pemerintah khususnya dalam sektor pertambangan.

”Kami sadar kalau kami tidak mampu memperbaiki sektor pertambangan dengan baik kalau sendiri, jadi kami butuh bantuan dari seluruh elemen masyarakat, makanya kami akan memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan untuk memperbaiki tata kelola pertambangan di Aceh Selatan,” jelasnya

Sementara itu, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengharapkan kepada seluruh elemen yang ada di Aceh Selatan untuk terus bekerja keras dalam memperbaiki tata kelola pertambangan. Karena keterlibatan elemen sipil sangat diperlukan sehingga tidak ada yang dirugikan pengelolaan tambang.

”Semua memang harus bekerja, karena keterlibatan elemen sipil sangat perlu dan penting, jangan nantinya sumber daya alam yang banyak, tapi masyarakat masih miskin, karena pemasukan dari sektor tambang sangat menjanjikan untuk perekonomian,” jelasnya.

Selama ini, Jelas Askhalani, GeRAK terus melakukan beberapa kajian untuk mencari solusi dalam mengelola pertambangan yang baik. Aceh Selatan merupakan salah satu daerah yang mempunyai sumber potensi minerba yang paling tinggi.

“Kami juga akan mendorong kedepan disetiap daerah penghasil minerba di Aceh memiliki Forum khusus tambang, yang didalam forum tersebut akan terlibat seluruh unsur, baik Eksekutif, Legislatif dan masyarakat sipil. Jadi tujuan dari forum ini adalah untuk mengontrol pertambangan dan sekaligus untuk membantu pemerintah daerah,” jelasnya. (Red)