Ulah Debu Batu Bara, Warga Aceh Barat Dicek Kesehatan

17
Debu Batu Bara Di Aceh Barat

Debu Batu Bara Di Aceh Barat
Debu Batu Bara Di Aceh Barat

MEULABOH | DiliputNews.com – Masyarakat berada dikawasan lintasan pegangkutan batubara diperiksa kesehatan untuk memastikan infeksi akibat debu belum begitu parah dialami oleh masyarakat di Gampong (desa) Pasir, Kecamatan, Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Kepala Desa Pasir Romi Saputra di Meulaboh, Senin mengatakan, pengobatan masal tersebut dilakukan oleh managemen PT Mifa Bersaudara sebagai bentuk tangung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat.

“Cuma PT Mifa Bersaudara yang perdana melakukan tes kesehatan semenjak satu tahun mereka disini, sementara pegangkutan batubara PLTU Nagan Raya sama sekali tidak ada perhatiannya,”katanya.

Romi menyebutkan, dari 108 kepala keluarga yang dites kesehatan oleh pihak medis, hanya satu orang yang positif terkena infeksi batubara mengalami sakit mata akibat terkena debu batubara yang setiap hari melintasi kawasan mereka.

Selain itu sebut Romi, kompensasi yang diterima desa hanya Rp2 juta per 50 juta ton pegangkutan melintasi kawasan mereka, akan tetapi pembayaran kompensasi tersebut tidak seimbang dengan resiko diterima masyarakat.

Yuli Fathonah, Salah masyarakat setempat mengatakan, matanya sakit positif karena terkena debu batubara karena rumahnya terletak dipingir jalan sehingga debu masuk kerumah dan membuat kondisi rumah berubah warna.

“Anak saya yang pertama juga terkena batuk-batuk akibat batu bara, tapi hari ini tidak bisa ikut tes kesehatan karean sudah ke sekolah, sehari enam kali ngepel rumah kalau tidak kasian anak masih kecil,”tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, Gampong Pasir merupakan salah satu kawasan yang masuk ring satu terkena dampak dari pengangkutan material batubara baik milik PT Mifa Bersaudara maupun PLTU Nagan Raya.

Selain beroperasi siang hari terkadang masyarakat juga diusik saat istirahat karena perusahaan pegangkutan materaial batubara melakukan pegangkutan malam sampai pagi hari sehingga jalan Samudera kawasan mereka rusak berat.

Masyarakat setempat berharap adanya pemeriksanaan secara berkelanjutan baik oleh perusahaan maupun pemerintah daerah untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tidak begitu kronis akibat menghirup debu batubara.

“Persoalan penyiraman jalan juga jangan hanya saat beroperasi pegangkutan tapi harus setiap hari, karena debu yang jatuh itu akan berterbangan kerumah warga apabila tidak disiram,”katanya menambahkan.(Red/Ant)