Ratusan Guru Pengajian Di Abdya Terima Insentif

oleh
Ratusan Guru Pengajian Di Abdya Terima Insentif
Ratusan Guru Pengajian Di Abdya Terima Insentif
Ratusan Guru Pengajian Di Abdya Terima Insentif

BLANGPIDIEI | DiliputNews.com – Beberapa hari lagi memasuki Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Badan Pendidikan dan Pembinaan Dayah (BPPD) Kabupaten Abdya menyalurkan insentif triwulan ke II tahun anggaran 2014 untuk guru pengajian di berbagai jenjang pendidikan seperti pesantren, tempat pengajian Alquran (TPA) dan rumah pengajian dalam kabupaten setempat.

Kepala BPPD Abdya Drs Yusan Sulaidi, Selasa (22/7) disela-sela kesibukannya memantau pembagian insentif guru pengajian tersebut mengatakan, insentif yang disalurkan itu merupakan insentif triwulan ke-II terhitung sejak Mei 2014 lalu.

Insentif tersebut telah disalurkan kepada penerima sejak Jumat (18/7) lalu dengan jumlah penerima diantaranya 400 orang dari guru pesantren, 500 orang untuk guru TPA dan guru rumah pengajian.

Pembayaran insentif itu pun disalurkan secara bervariasi menurut tingkatan jenjang pendidikannya, seperti guru pesantren mendapat jatah sebesar Rp.270 ribu per bulan, sedangkan untuk guru TPA dan rumah pegajian dibayar sebesar Rp.140 ribu per bulannya.

“Insentif yang disalurkan bervariasi, guru Ppesantren dibayar insentif sebesar Rp 270 ribu per bulan untuk guru BP dan guru TPA dibayar insentif perorang Rp 140 ribu per bulan untuk setiap orangnya dan dibayarkan selama tiga bulan sekali,” ujar Yusan Sulaidi.

Untuk mencukupi semua insentif para guru tersebut, pihak BPPD Abdya menyiapkan anggaran dari APBK 2014 Abdya senilai 2,1 milyar lebih, bahkan jumlah anggaran itu juga diperkirakan akan bertambah, sebab masih ada sejumlah guru pengajian yang belum terdata sebagai penerima insentif.

“Jumlah guru pengajian ini diperkirakan akan terus bertambah, sebab masih ada yang belum terdata, namun penambahannya tidak terlalu banyak, diperkirakan sekitar 50 orang. Jadi untuk mensiasati penambahan itu, secara otomatis anggarannya juga akan bertambah, dan hal ini telah kita usulkan,” sebutnya.

Dari semua data yang masuk, pihaknya melakukan penyaringan dengan teliti, sebab dana tersebut hanya akan dibayarkan kepada pesantren yang memiliki santri minimal sebanyak 25 orang, sedangkan dibawah ketentuan itu dana tersebut tidak bisa disalurkan.
“Evaluasi terus kita lakukan, termasuk dengan keberadaan semua pesantren ataupun TPA dan balai pengajian Alquran, sehingga dapat mengetahui pesantren mana saja yang masih aktif dalam menjalankan aktifitas belajar mengajarnya,” paparnya.

Pantauan di lapangan, sejak dimulainya penyaluran insentif tersebut, ratusan guru dari sejumlah pesantren dan TPA di wilayah Kabupaten Abdya terlihat ramai mengantre di secretariat BPPD Abdya untuk mengambil insentif yang diberikan Pemkab setempat sebagai bentuk terimakasih kepada mereka yang telah menyalurkan ilmu-ilmu agama kepada putra-putri di kabupaten itu. (Red/Zal)