Wacana Penundaan Pengumuman Pilpres Menyesatkan

oleh
Kertas Suara Pemilihan Presiden / Ilustrasi
Wacana Penundaan Pengumuman Pilpres Menyesatkan
Wacana Penundaan Pengumuman Pilpres Menyesatkan

BANDA ACEH | DiliputNews.ocm – Tindakan dari kubu Prabowo Hatta meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda sidang rekapitulasi suara pada tanggal 22 Juli, dinilai sebagai sebuah wacana yang menyesatkan karena rekap sudah dilakukan perjenjang secara sistem kepemiluan di Indonesia.

“Usulan ataupun wacana dari Kubu Prabowo-Hatta mengintervensi hasil putusan KPU dan telah melakukan pendelegitimasian peran dan fungsi KPU,” sebut Aryos Nivada, Pengajar di Jurusan Politik, FISIP, Universitas Syiah Kuala, Sabtu (19/7).

Anehnya lagi, sambung Aryos, usulan penundaan tersebut tidak masuk akal karena rekap nasional belum berlangsung, sehingga mekanisme keberatan tersebut tidak memberikan kepastian legal.

“Amatan saya, tindakan penundaan menunjukan sikap reaksioner berlebihan tanpa landasan rasional dan legalitas hukum yang kuat. Cenderung dipengaruhi untuk memberikan ruang agar memberikan waktu untuk melakukan strategi politik lainnya,” tambah Aryos yang juga Peneliti Aceh Institute ini.

Menurutnya, jika secara institusi KPU mengikuti usulan dari kubu Prabowo dan Hatta untuk penundaan, maka berpeluang KPU dikontrol sehingga menghilangkan atau melunturkan sikap independen dan profesional dari institusi KPU tersebut.(Red)