Fakir Miskin Di Abdya Tagih Janji Santunan Bansos

oleh
Fakir Miskin Di Abdya Tagih Janji Santunan Bansos
Fakir Miskin Di Abdya Tagih Janji Santunan Bansos
Fakir Miskin Di Abdya Tagih Janji Santunan Bansos

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Sejumlah masyarakat fakir miskin yang terdiri dari anak yatim, piatu, cacat permanen, janda tanpa anak dan kepala keluarga sakit menahun di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga saat ini masih menuggu harapan terkait janji santunan yang telah diprogramkan pemerintah kabupaten setempat beberapa bulan lalu.

Padahal, bantuan senilai Rp.100.000 per bulan untuk anak yatim, piatu, cacat permanen, janda tanpa anak dan kepala keluarga sakit menahun dengan jumlah 6.000 jiwa itu telah dilakukan pendataan dan telah dibuatkan buku rekening untuk penyaluran bantuan.

Namun, banyak laporan dari masyarakat penerima yang menyatakan bahwa dana tersebut belum sepersen pun masuk ke dalam rekening mereka di Bank Aceh selaku mitra kerja Pemkab Abdya dalam proses penyaluran.

“Setelah di cek di bank, uang tersebut belum juga masuk, kami tidak tahu secara pasti dimana letak kesalahannya, padahal data yang kami berikan sesuai dengan data kependudukan yang kami miliki, yaitu sesuai dengan KTP, kartu keluarga dan diperkuat dengan keterangan kepala desa,” ujar Zuriani janda tanpa anak warga Kecamatan Susoh, Kamis (17/7).

Menurutnya, bantuan tersebut sangat diharapkan oleh mereka, sebab dengan kondisi ekonomi yang tidak mampu, mereka juga merasa bingung apalagi menjelang hari lebaran Idul Fitri yang hanya hitung hari lagi.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Manggeng, dimana masih banyak masyarakat yang tergolong dalam kategori cacat permanen, janda tanpa anak dan kepala keluarga sakit menahun belum menerima bantuan yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja kabupaten (APBK) Abdya tahun 2014.

Geuchik Gampong (kepala desa) Tengah, Kecamatan Manggeng, Sudirman juga mengakui hal yang serupa, dimana sejumlah warganya yang termasuk ke dalam kriteria cacat permanen, janda tanpa anak dan kepala keluarga sakit menahun hingga sekarang belum menerima bantuan.

“Mereka telah membuat buku rekening, akan tetapi bantuan itu belum juga disalurkan, terhitung sejak Januari 2014 lalu hingga sekarang,” ungkapnya.

Akan hal itu, Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsoskertrans) Abdya, Ahmad Adami kepada wartawan, Kamis (17/7) mengatakan, persoalan belum masuknya dana tersebut dikarenakan banyaknya masyarakat penerima tidak memberikan data yang akurat.

“Umumnya banyak diantara mereka yang memberikan data lengkap dirinya tidak sesuai dengan indentitas yang pada KTP ataupun kartu keluarga, sehingga akhirnya nama yang ada di Dinsoskertrans dan yang di bank berbeda dan dipastikan kalau datanya tidak sesuai, pengiriman tidak bisa dilakukan oleh pihak bank karena datanya tidak valid,” jelasnya.

Namun, dilain sisi juga telah banyak masyarakat yang tergolong dalam kategori penerima telah menikmati uang bantuan tersebut, sebab mereka tidak bermasalah dengan data. Kepada masyarakat penerima ia berharap, agar dapat menyesuaikan data itu kembali ke Dinsoskertrans dengan harapan dana bantuan dapat disalurkan segera.

Diketahui bersama, Bupati Abdya Jufri Hasanuddin, pada saat penyerahan buku rekening pada Kamis (13/3) 2014 lalu dihadapan masyarakat dan seluruh pejabat daerah pernah menyampaikan, bahwa anak yatim dan fakir miskin merupakan kewajiban negara untuk melindungi dari berbagai aspek. Dimana Pemkab Abdya setiap tahunnya akan memberikan santunan setiap bulan untuk para kaum duafa tersebut. Selain itu, Bupati Abdya Jufri Hasanuddin juga menyatakan selama ia memimpin 3 tahun lebih lagi, sampai tahun 2017, persoalan bantuan sosial ini tetap akan dipertahankan.(Red/Zal)