Puluhan Ribu Warga Abdya Pilih Pemimpin Baru

oleh
Puluhan Ribu Warga Abdya Pilih Pemimpin Bangsa
Puluhan Ribu Warga Abdya Pilih Pemimpin Bangsa
Puluhan Ribu Warga Abdya Pilih Pemimpin Bangsa

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Puluhan ribu masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pada Rabu (9/7) pagi beramai-ramai mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) disetiap desa dalam kecamatan masing-masing untuk memberikan hak suaranya guna menentukan calon pemimpin bangsa Indonesia di masa depan, meski dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung juga dalam kondisi berpuasa di Bulan Suci Ramadhan.

Pantauan di lapangan, kondisi dan situasi saat pencoblosan berlangsung tertib, aman dan terkendali, meskipun cuaca yang tidak bersahabat dengan rintik-rintik hujan di beberapa wilayah, namun tidak membuat masyarakat Abdya mengurungkan niatnya untuk berpartisipasi langsung dalam menentukan nasib bangsa untuk lima tahun kedepan.

Minat untuk memilih cukup besar dari masyarakat Abdya, meski dalam kondisi sedang menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan, kemudian sebahagian masyarakat baik tua maupun muda hingga anak-anak harus bergadang hingga jam 03.00 WIB jelang sahur, untuk menyaksikan Pertandingan Piala Dunia antara Jerman vs Brazil.

“Meski semalam kami sempat bergadang, menunggu nonton Piala Dunia jelang waktu Sahur, tetapi untuk memberikan hak suara dalam pemilu kali ini adalah kewajiban kami untuk menentukan pemimpin bangsa,” tutur seorang warga di Lokasi TPS, Desa Kedai, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya.

Dibandingkan dengan kondisi pencoblosan pada pemilihan legislatif (Pileg) 9 April 2014 lalu, seluruh TPS yang tersebar dalam kabupaten setempat tampak dipenuhi oleh antrean warga yang hendak memberikan suara, berbeda dengan Pilpres, antrean tersebut nyaris tidak terlihat bahkan umumnya TPS terlihat sepi.

Menurut salah satu anggota KPPS, Desa Tengah, Kecamatan Manggeng, Khalid, membenarkan, tidak terjadinya antrean serta kondisi sepinya TPS disebabkan karena proses pencoblosan surat suara pemilihan presiden lebih mudah dan tidak banyak menyita waktu, sehingga dalam waktu rata-rata hanya dua menit, warga telah selesai memberikan hak suaranya dan memilih untuk kembali ke rumah meningingat cuaca yang kurang bersahabat.

“Proses memberikan hak suara dalam bilik suara tidak menyita waktu banyak, sebab masyarakat hanya memilih dua calon kandidat, kertas suara juga tidak terlalu lebar bila dibandingkan kertas suara pada Pileg kemaren, untuk itu dalam hitungan menit seorang warga sudah selesai mencoblos,” singkatnnya kembali melanjutkan aktifitasnya di lokasi TPS.

Kata senada, juga diutarakan, Eriswan salah seorang warga Kecamatan Susoh, Ia mengaku proses memberikan hak suara Pilpres terasa lebih cepat dibandingkan dengan Pileg lalu yang bisa menghabiskan waktu hingga lebih dari lima menit, apalagi bagi masyarakat awam bisa memakan waktu lebih lama, begitu juga terhadap warga yang sudah lanjut usia serta cacat fisik, dengan terpaksa harus di bantu sanak keluarganya.

“Tidak ada antrean panjang serta prosesnya juga lebih mudah dan lebih cepat, jadi bisa langsung istirahat apalagi saat ini sedang dalam keadaan berpuasa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Abdya, Fachrul Ridha Yusuf, yang dihubungi terpisah, mengatakan, dari hasil pantauannya dilapangan, proses pemilu presiden dan wakil presiden berjalan dengan aman dan lancar, meski kondisi hujan dan suasana bulan puasa ditambah lagi bergadang nonton Piala Dunia, tetap tak mengurungkan niat mereka untuk memberikan hak suaranya.

“Kita sudah pantau disejumlah lokasi 247 TPS yang tersebar di sembilan kecamatan dalam kabupaten Abdya, sejauh amatan kami tidak ada kendala apapun, meski dalam kondisi berpuasa, cuaca yang tak mendukung, ditambah bergadang semalaman ikut nonton Piala Dunia, tetap mereka pada pagi harinya mendatangi TPS untuk memberikan hak suara, meski terkadang ada yang datang sudah agak terlambat,” singkatnya via hendphon. (Red/Zal)