Nelayan Abdya Keluhkan Aturan Penggunaan BBM Bersubsidi

oleh
Nelayan Abdya Keluhkan Aturan Penggunaan BBM Bersubsidi
Nelayan Abdya Keluhkan Aturan Penggunaan BBM Bersubsidi
Nelayan Abdya Keluhkan Aturan Penggunaan BBM Bersubsidi

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bersama dengan Koperasi Refca (Rehabilition & Empowerment of Sauth West Coast of Aceh) menggelar Sosialisasi Aturan Penggunaan BBM Bersubsidi bagi kalangan Nelayan Kabupaten setempat.

Sosialisasi yang berlangsung di Aula DKP Abdya. Jum’at (30/5) mengundang seratusan nelayan mewakili seluruh nelayan lainnya di Abdya, yaitu untuk mendengarkan penjelasan mengenai larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk bot nelayan diatas 30 Grasse Tonase (GT) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2012 dan juga diatur dalam peraturan Menteri ESDM Nomor 8 tahun 2012 terhadap larangan tersebut.

Ketua pelaksana sosialisasi dari Koperasi Refca, Elmizar didampingi Sekretarisnya Nazli, menjelaskan, sosialisasi ini untuk memperjelas kepada para nelayan tentang Peraturan Presiden dan Menteri ESDM terhadap pelarangan menggunakan BBM bersubsidi untuk bot nelayan diatas 30 GT.

“Dalam hal ini kami hanya bisa menampung keinginan para nelayan, dan tidak bisa memberikan keputusan karena itu bukan kapasitas kami, cuma hasilnyan nanti akan kami sampaikan kepada pihak Pertamina,” singkatnya.

Dalam kesemptan itu juga, Kepala DKP Abdya, Drs Sulaiman MM, juga menyampaikan hal yang serupa, terkait peraturan penggunaan BBM bersubsudi untuk sejumlah bot nelayan di Abdya. Ini perlu disampikan, karena menurut Sulaiman, hal itu menyangkut hajat orang banyak, supaya dari kalangan nelayan tidak salah persepsi dalam memaknai kebijakan ini.

“Tugas kami adalah untuk mediskusikan dengan para nelayan, jalan seperti apa yang akan kita tempuh. Kebijakan pemerintah Indonesia saat ini BBM bersubsidi diperketat, bukan untuk bot nelayan saja, juga untuk kendaraan dinas dilarang berkeliaran dikala hari libur,” terangnya.

Ia juga memberitahukan, perencanaan tahun 2015, tentang fisik pembangunan pelabuhan akan segera selesai, hal itu dilakukan pihaknya, supaya bot nelayan akan lebih aman. “Karena kita tau persis bot-bot nelayan saat ini tidak aman, maka tahun depan sudah dianggarkan dermaga sandang, termasuk doking juga sudah dianggarkan dalam tahun ini untuk penyempurnaanya,” tutur Sulaiman.

Sulaiman menjelaskan, nelayan Abdya saat ini masih kekurangan sarana seperti, pelabuhan, bot nelayan dan alat tangkap lainnya. “Kita tidak ketinggalan dengan nelayan-nelayan luar, tapi kita hanya kurang sarananya saja, namun kita terus berupaya untuk perbaikan, kalau tidak lebih unggul, minimal sama dengan nelayan dari daerah luar itu,” paparnya.

Terakhir, Sulaiman meminta dukungan dari pihak nelayan untuk selalu menjaga kebersihan daerah PPI Ujong Serangga, disamping tempat berlabuhnya hasil tangkapan ikan nelayan, juga akan di jadikan tempat zona wisata. “Mari sama-sama kita jaga lokasi komplek ini menjadi bersih dan indah,” ungkapnya lebih lanjut.

Terkait dengan aturan itu, M. Din salah satu peserta sosialisasi mengaku sangat kesulitan bila aturan itu ditetapkan dan tidak segera dipertimbangkan kembali, sebab menurutnya, bila BBM bersubsidi tak diperbolehkan untuk Bot Nelayan diatas 30 GT, maka akan banyak nelayan yang tidak melaut. “Kita berharap pemerintah segera mencari solusinya sebab banyak bot nelayan yang menggunakan diatas 30 GT sementara kapasitas mesinnya sama,” keluhnya.

Izin Bot Dipermudah
Sementara itu, mengenai izin bot nelayan, Kepala Kantor Perizinan Pelayan Terpadu (KP2T) Kabupaten Abdya, T. Admizar mengatakan, silahkan datang ke KP2T, semua persoalan izin tersebut akan dipermudah pengurusannya. “Kita siap bantu, karena izin seperti SIUP, CV harus diurus untuk keselamatan kita bersama, jangan ketika sudah ada masalah baru dilakukan pengurusan,” tuturnya singkat.

Sosialisasi itu juga dihadiri, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Abdya H Edy Sumarjan, unsur muspika setempat dan seratusan para nelayan di PPI Ujong Serangga yang mewakili para nelayan di Abdya lainnya. (Red/Zal)