Pemkab Janji Akan Tertibkan Angkutan Liar di Abdya

oleh
Tertibkan Angkutan Liar
Tertibkan Angkutan Liar

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) setempat, dalam waktu dekat segera menerapkan peraturan Bupati (Perbub) Abdya, tentang penertiban angkutan umum yang tidak sesuai aturan serta aktifitas angkutan barang di pusat kota.

Kepala Dishubkominfo Abdya, H Edy Sumarjan, Rabu (28/5) mengatakan, penerapan peraturan tersebut mengingat semakin marajelelanya akutan umum liar dan tanpa perusahaan bahkan menggunakan nomor polisi berwarna hitam.

Selain itu, aktifitas bongkar muat barang di pusat Kota Blangpidie juga akan dilakukan penertiban, karena dengan adanya kegiatan bongkar muat barang ditengah-tengah kota dapat mengganggu arus lalintas, apalagi kondisi Kota Blangpidie tidak terlalu besar, sehingga sangat berpotensi terhadap rawannya kemacetan dan kecelakaan.

“Upaya ini dilakukan untuk menstabilkan arus lalulintas di pusat kota, dengan demikian kota tidak terlihat kotor dan sempit,” ujar Sumarjan dalam rapat koordinasi penertiban angkutan umum dan angkutan barang yang berlangsung di Bandara Kuala Batu, Kecamatan Susoh.

Dikatakannya, seluruh kendaraan angkutan barang berbadan besar yang tiba di Abdya dilarang melakukan bongkar muat di dalam kota, namun terlebih dahulu harus menuju gudang transit yang berlokasi di kawasan Cemara Indah, Kecamatan Susoh.

Kemudian, semua barang-barang yang akan dibawa menuju pusat kota haruslah diangkut dengan menggunakan kendaraan roda empat, dengan demikian tidak membuat kemacetan di dalam kota, sebab kendaraan roda empat bisa parkir di sisi badan jalan dan tidak membuat arus lalulintas padat.

“Khusus untuk angkutan barang yang bermuatan besi, semen dan material bangunan lainnya yang tidak mungkin dibawa dengan menggunakan kendaraan roda empat diperbolehkan melakukan aktifitas bongkar muat di dalam kota, namun pada jam-jam tertentu,” terang Edy.

Merasa Keberatan

Namun penerapan aturan tentang armada pengakut barang yang diperbolehkan masuk kota untuk melakukan aktifitas bongkar muat menuai keberatan dari serikat pekerja kabupaten Abdya.

Menurut mereka, selama ini pihaknya mengantar barang ke pusat kota dari gudang transit menggunakan kendaraan roda enam saja bisa memakan waktu yang lama, artinya pekerjaan tersebut belum tentu selesai dalam sehari, apalagi dengan menggunakan kendaraan roda empat yang hanya berkapasitas kecil, tentu akan memakan waktu yang lebih lama, serta menyerap energi dan biaya lebih besar pula.

“Biasanya memakan waktu hingga dua hari jika kami mengantar barang ke kota dari gudang transit menggunakan kendaraan roda enam. Bagaimana pula jika menggunakan roda empat, tentu akan lebih lama, bisa-bisa mencapai 20 kali bolak-balik,” terang Khalidi anggota serikat pekerja Abdya.

Khalidi menambahkan, kemacetan yang terjadi di pusat kota bukan karena adanya aktifitas kendaraan yang melakukan bongkar muat, melainkan banyaknya kendaraan yang salah jalur ketika menuju pasar dan parkir sembarangan.

“Jadi yang terlebih dahulu ditertibkan adalah tata letak parkir kendaraan, sebab mereka parkir seenaknya sehingga membuat kondisi badan jalan menjadi sempit,” ujarnya.

Mengenai hal itu, Kepala Dishubkominfo Abdya, H Edy Sumarjan didampingi Kasat Lantas Polres Abdya, Iptu Imam Syafii, Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Jasman, Sub Denpom, Lettu CPM Joko Mursodo S, Camat Blangpidie, Adnan Ketua Organda Syahril menyatakan akan memberikan kelonggaran dalam melakukan aktifitas bongkar muat tersebut.

Kendaraan roda enam dibenarkan untuk melakukan aktifitas bongkar muat barang di pusat kota, namun pada jam-jam tertentu yang tingkat keramaiannya mulai berkurang. Secara garis besar, kesibukan masyarakat dengan transaksi jual beli dan aktifitas lainnya cenderung ramai pada pagi hingga menjelang siang hari.

“Waktunya akan kita sesuaikan termasuk menghadapi bulan Ramadhan yang tingkat keramaiannya lebih tinggi dibandingkan dari bulan-bulan biasa, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan semuanya pun akan bekerja dengan nyaman dan tenang,” jelasnya. (Red/Zal)