Pasien Meninggal, Warga Demo Kantor Bupati Simeulue

oleh
Pasien Meninggal, Warga Demo Kantor Bupati Simeulue
Pasien Meninggal, Warga Demo Kantor Bupati Simeulue
Pasien Meninggal, Warga Demo Kantor Bupati Simeulue

SIMEULUE | DiliputNews.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan Simeulue (GMPK) gerah dan melakukan aksi solidaritas dengan cara mendatangi kantor Bupati Simulue, Senin, (26/5).

Aksi yang dilakukan tersebut akibat buruknya pelayanan serta minimnya obat-obatan dan kebutuhan peralatan penanganan bagi pasien darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Simeulue.

Aksi bermula atas meninggalnya dua orang pasien RSUD tersebut beberapa waktu lalu, dan diduga meninggalnya kedua pasien itu karena tidak mendapatkan penanganan medis secara baik seperti kebutuhan oksigen dan obat- obatan.

Dari pantauan aksi Solidaritas berlangsung sejak pukul 10.00 WIB berakhir pada pukul 14.20 WIB di halaman kantor Bupati Simeulue. Sebelum mendatangi Kantor Bupati, para peserta aksi terlebih dahulu melakukan long mach dari mesjid raya menuju Kantor Bupati dan menyampaikan orasi di depan kantor Bupati Simeulue.

Koordinator Aksi, Nirwanuddin, mengatakan, aksi yang mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas atas meninggal 2 orang pasien karena tidak adanya oksigen dan kekurangan obat-obatan.

“Pada aksi ini kita mendesak agar pemerintah kabupaten Simeulue menjamin tersedianya obat-obatan di RSUD Simeulue dan menghentikan kerja sama pengadaan obat-obatan dengan apoteker dikabupaten itu,” kata dia.

Nirwanuddin menambahkan pihaknya juga mendesak pemkab Simeulue mengevaluasi seluruh tenaga medis dirumah sakit itu.

Para demonstran meminta agar pemerintah setempat untuk memberhentikan Pejabat RSUD Simeulue karena tidak sesuai dengan UU No. 44 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK), dan mendesak pemkab setempat agar menyediakan alat sentral gas sebagai sumber oksigen.

“Apabila semua tuntutan kami tidak terpenuhi selama satu minggu maka, GMPK akan turun kejalan dengan masa yang lebih besar lagi” ujarnya.

Para peserta aksi disambut langsung oleh Wakil Bupati setempat, Hasrul Ediyar, dan turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Armidin, Direktur RSUD Simeulue, Asludin, Sekda, Naskah Bin Kamar, serta Anggota komisi D DPRK Simeulue, M.Khoni. Menanggapi aksi tersebut, Hasrul, memberikan apresiasi karna aksi berjalan damai dan berjanji segera menindak lanjuti dan mengevaluasi namun juga harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Hasrul, menambahkan persoalan obat-obatan di RSUD Simeulue terjawab karena sudah bekerja sama dengan Pihak Kimia Farma, “ namun kontraknya akan dimulai pada awal Juni begitu juga dengan pejabat RSUD Simeulue kita sudah ajukan kepada pemerintah Aceh untuk dipenuhi tenaga yang sesuai dengan aturan karna di Simeulue belum ada yang memenuhi persyaratan,” kata Hasrul.

Menyangkut persoalan keungan, kata dia, telah menganggarkan sesuai dengan kebutuhan, dan apa yang disampaikan oleh orang nomor dua dikabupaten itu diamini oleh Asludin Direktur RSUD Simeulue.

Meski demikian sebagai bentuk kepedulian terhapad pelayanan kesehatan para pelaku aksi menyerahkan sumbangan yang digalang dari masyarakat untuk diserahkan kepada Pemerintah kabupaten Simeulue sebasar. 1.462.000,-, dan satu paket perban yang diterima langsung oleh Wakil Bupati.(Red/Ap)

Oleh : Adi Pratama