GeRAK Aceh Gelar Workshop Pendidikan Akti Korupsi Sektor Pertambangan

oleh
GeRAK Aceh Gelar Workshop Pendidikan Akti Korupsi Sektor Pertambangan
GeRAK Aceh Gelar Workshop Pendidikan Akti Korupsi Sektor Pertambangan
GeRAK Aceh Gelar Workshop Pendidikan Akti Korupsi Sektor Pertambangan

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh melaksanakan Workshop penyusunan Modul pendidikan akti korupsi dalam sektor pertambangan. Workshop tersebut dilaksanakan selama 2 hari yaitu dari tanggal (26 s/d 27) di Hotel Hermes Banda Aceh.

Dalam workshop tersebut yang menjadi peserta berasal dari berbagai kalangan baik dari akademisi, Aktivis lingkungan hidup, Aktivis Tambang, Kepala Dinas Pertambangan Aceh, BPK, Direktor Jenderal Pajak (DJP) Aceh, Polda Aceh dan LBH Banda Aceh. Kemudian yang menjadi nara sumber berasal dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Silva Gama Jakarta.

Penanggung Jawab Program di GeRAK Aceh, Mulyadi mengatakan tujuan dari Workshop ini adalah untuk menyusun modul tentang pendidikan anti korupsi disektor tambang khususnya aceh.

“Karena selama ini jumlah tambang yang ada di Aceh sangat banyak, sehingga masyarakat dibutuhkan untuk mengontrol keberadaan tambang yang ada di Aceh,” kata Penganggung Jawab Program Mulyadi, Senin (26/5/2014) di Hermes Hotel Banda Aceh.

Tujuan lain dari workshop ini adalah untuk mendorong keterbukaan publik dalam sektor pertambangan, sehingga kedepan akan adanya sosialisasi kepada masyarakat terkait tata kelola tambang.

“Karena selama ini masih lemahnya kapasitas masyarakat sehingga menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam sektor tambang,” jelasnya

Dalam sektor lainya, mulyadi menjelaskan saat ini masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam mendorong tata kelola tambang yang lebih baik, dan masyarakat juga dibutuhkan melakukan invertarisasi pelaksanaan tata kelola dan titik rawan korupsi di sektor tambang.

Terakhir mulyadi menambahkan modul ini nantinya akan menjadi modul baru baik pemerintah Aceh ataupun pihak lainnya yang dianggap perlu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.(Red/Fz)