Ketua KIP Abdya Bantah Rapat Pleno Tidak Sah

oleh
Ketua KIP Abdya Muhammad Jakfar
Ketua KIP Abdya Muhammad Jakfar
Ketua KIP Abdya Muhammad Jakfar

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Terkait dengan Rapat Pleno digesernya Ketua Komisi Indpenden Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Muhammad Jakfar. Dirinya membantah bahwa pelaksanaan rapat pleno yang digelar empat Komisoner KIP kemaren itu, Selasa jelang malam (20/5/2014) tidaklah sesuai dengan aturan (tidak sah), sebab untuk membuat rapat pleno harus menghadirkan ketua, sementara yang dilakukan empat komisoner itu tidak mengahdirkan dirinya selaku ketua.

“Saya jadi ketua atas amanah, sah-sah saja bila diganti, tapi harus sesuai dengan aturan yang berlaku, kalau ada kesalahan dan pelanggaran, baru boleh diberhentikan, saat ini saja saya belum melihat hasil pleno itu,” akui Jakfar kepada DiliputNews.com, Rabu (21/5/2014) diruang kerjanya.

Dikatakannya, bahwa pelaksanaan rapat pleno yang dilakukan itu tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. “Pemahaman tentang kolektif kolegia yang belum mereka pahami, namun bila berita acara itu sudah saya dapatkan minimal akan saya pelajari kembali,” sebut Jakfar dengan santai.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang bisa membuat ketua KIP diganti, diantaranya terlibat korupsi, tindakan amoral atau asusila dan memakai narkoba. “Kalau itu saya lakukan bisa dipecat juga, tapi dalam kenyataannya saya tidak melakukan hal itu, jalan mana mereka mengatakan saya tidak beres dalam bekerja, padahal apa yang saya lakukan hari ini sudah sesuai dengan kesepakatan bersama, tapi kalau itu sebuah keputusan yang benar, saya siap, karena jabatan ketua mereka yang pilih bukan kehendak pribadi,” kata Jakfar lanjut

Disamping itu, Jakfar juga tidak menanggapinya dengan emosi, sebab ia merasa apa yang dilakukan oleh anggotanya itu sudah benar adanya. “Saya tidak marah, apa yang dilakukan itu sudah benar, tapi mekanismenya yang tidak sah, karena mereka lupa bahwa saya masih dipercayakan menjabat sebagai ketua KIP,” paparnya lebih lanjut.

Sebab, untuk menjatuhkan Ketua KIP itu merupakan wewenang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mereka yang lebih memahami itu semua. “Itu wenangnya DKPP sesuai dengan laporan KPU pusat,” terangnya.

Disisi lain, Jakfar juga mengatakan, bahwa terkait masalah ini ada intervensi atau campur tangan dari pihak luar. “Ini ada intervensi dari luar, namun saya tidak peduli itu semua, sebab kita punya prinsip, padahal mereka ahli hukum, seharusnya ada eksperimen terlebih dahulu. Saya janji suatu saat, siapa oknumnya akan kita beberkan, tapi saat ini kita tahan diri dulu,” pungkasnya.

Jakfar juga mengatakan, bahwa dirinya melihat keempat komisioner KIP itu, datang ke pendopo bupati, namun setelah diketahui oleh banyak pihak maka pelaksanaan pleno itu berlangsung di Kantor KIP setempat kemaren, Selasa sore (20/5) jelang malam.

Bila tidak terbukti, cetus Jakfar, dirinya akan melaporkan hal itu kepada pihak berwajib atas dasar pencemaran nama baik. “Saya akan membuat tuntutan bila tidak terbukti bersalah, tapi kalau itu sesuai prosedur maka saya lebih legewo dengan lapang dada menerimanya, hubungan baik dengan mereka masih baik, dan perlu diingat, saat ini, status saya masih sebagai menjabat sebagai ketua,” demikian ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, keempat Komisoner KIP Abdya yakni Said Masykur, Hasbi, Muhammad Zikri dan Elfiza, menggelar rapat pleno dalam rangka menggeser posisi ketua KIP Abdya yang dinilai sarat dengan masalah dan ada yang tidak beres. “Bila rekomendasi ditindak lanjuti oleh KIP Provinsi dan KPU pusat, maka posisi ketua akan bergeser, tapi bila tidak, Muhammad Jakfar tetap masih bertahan sebagai ketua,” demikian jelas Said Masykur yang ditemuai Wartawan kemaren usai rapat pleno di kantor KIP setempat. (Red/Zal)