Hasil Panen Padi di Abdya Capai 7 Ton Perhektar

oleh
Panen Padi DiAbdya Capai Rata-Rata 7 Ton Perhektar
Panen Padi DiAbdya Capai Rata-Rata 7 Ton Perhektar
Panen Padi DiAbdya Capai Rata-Rata 7 Ton Perhektar

BLANGPIDIE | DiliputNews.com –  Hasil penen padi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali meningkat, kali ini menuai hasil sebanyak tujuh ton dalam satu hektar, sementara tahun lalu Abdya hanya menghasilkan 5 sampai 6 ton perhektarnya. Hal itu disampaikan Bupati Abdya Jufri Hasanuddin pada saat menggelar Panen Raya padi Kelompok Tani Sriwijaya di Desa Alue Manggota, Blangpidie, Minggu (18/5).

Bupati Jufri menjelaskan, perkembangan tekhnologi tidak bisa di napikan dari kehidupan, hal itu merupakan sebuah kajian yang harus diterapkan oleh masyarakat petani. “Untuk itu suka tidak suka kita harus melaksanakannya, ketika ada penemuan yang membantu peningkatan pendapatan para petani, maka itu harus kita ikuti,” tuturnya.

Dikatakannya, atas bantuan dari pemerintah Aceh, banyak hal yang sudah mempu diatasi oleh masyarakat petani, penambahan jumlah lahan pertanian sangat membantu untuk kesejahteraan para petani d Abdya. “Jadi mengenai kekurangan lahan kita terus memohon untuk menambahkan lahan pertanian di Abdya, saya sudah perintahkan Kepala Dinas yang bersangkutan untuk membuat perencanaan itu,” ungkapnya.

Disamping itu, lanjut Bupati Jufri, pemerintah terus berupaya memberikan yang terbaik. “Tahun 2015 akan kita benahi semua sektor pertanian, apa yang sudah terjalin, tanam serentak sudah kita lalui, hal ini merupakan energi luar biasa dari masyarakat petani, untuk memaksimalkan hasil, harapannya, mari kita tingkatkan apa yang sudah di capai,” demikian tuturnya.

Dari pantauan DiliputNews.com, Bupati Jufri Hasanuddin, didampingi, Dandim 0110 Abdya Letkol Inf Suhartono, Wakapolres Abdya Kompol Tamlikan, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Razali Adami MD, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Aceh Hasanuddin Darjo, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Abdya Adusmin Umar, melakukan pemotongan padi secara simbolis dilahan milik kelompok tani sriwijaya, Desa Alue Manggota, Blangpidie.

Sebelumnya, Kepala Distannak Abdya Adusmin Umar, dalam laporannya menyampaikan, hasil produksi rata-rata pertanian di Abdya sebanyak 7 ton per hektar, dibandingkan tahun lalu, meskipun kondisi padi tahun ini, terjadi serangan ulat rayap dan walang sangit (geusong). “Bersama masyarakat dan dan penyuluh pertanian serta pengamat hama dibantu tim dari provinsi kita mampu mengatsi itu semua,” ungkapnya.

Disamping itu, lanjut Adusmin, selain panen padi, juga sudah dilakukan panen jagung sebanyak 200 hektar. “Pada akhir tahun 2013 lalu kita sudah berhasil mencetak sawah baru seluas 200 hektar, selanjutnya kita sedang mempersiapkan untuk membuka sawah baru lagi seluas 500 hektar, mudah mudahan, semoga masyarakat dapat memanfaatkan lokasi itu menjadi bakal sawah dan tidak dialih fungsikan,” demikian Adusmin. (Red/Zal)