Kamar Mayat RSUTP Abdya Berubah Jadi Gudang

oleh
Kamar Mayat RSUTP Abdya Berubah Jadi Gudang
Kamar Mayat RSUTP Abdya Berubah Jadi Gudang
Kamar Mayat RSUTP Abdya Berubah Jadi Gudang

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) mengecam kebijakan yang dilakukan pihak Badan Layanan Umam Daerah (BLUD) Rumah Sakit Teungku Peukan (RSUTP) Abdya yang mengalih fungsikan gedung kamar mayat menjadi gudang (tempat penyimpanan barang)

Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Legilatif (Banleg) DPRK Abdya, Hermansyah SH disela-sela pembahasan Qanun Restribusi Kesehatan di ruang rapat DPRK setempat. Rabu (7/5/2014). Menurutnya, pengalihan fungsi gedung tersebut sangat mengecewakan.

“Kita sudah menganggarkan anggaran untuk ruang jenazah tersebut, namun dilapangan ternyata ruang tersebut justru dijadikan gudang, ini sangat mengecewakan,” kata Hermansyah.

Pengalihan fungsi kamar jenazah tersebut, lanjut Hermansyah, juga sangat disayangkan, sebab selama ini banyak informasi yang mengatakan, ada mayat yang terlantar. ”Dulu ada mayat yang terlantar dan dikirim ke Rumah Sakit  Cut Nyak Dhien di Meulaboh, Aceh Barat untuk disimpan, ini sangat tidak masuk akal, sudah ada, kenapa malah dijadikan gudang,” lanjutnya

Lebih tegas, Hermansyah menyatakan, selaku anggota perwakilan rakyat akan menghimbau Pemerintah Daerah untuk segera dikembalikan fungsi kamar jenazah tersebut.

“Kita mengharapkan Pemerintah dalam hal ini Bupati segera memerintahkan bawahannya untuk mengembalikan fungsi kamar jenazah tersebut,” harapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Hermansyah menegaskan Direktur BLUD RSUTP Abdya harus bertanggung jawab terhadap inspentaris yang ada. ”Setiap inspentaris termasuk gedung-gedung tersebut bukan seenak Direktur saja pengalihan fungsi atau tidak merawatnya,” tegasnya

Sementara itu, Direktur BLUD RSUTP Abdya, dr. Ivandri kepada Wartawan diruang kerjanya, mengatakan, pihaknya terpaksa menggunakan kamar jenazah tersebut sebagai gudang disebabkan sudah banyak obat-obatan yang masuk dan kapasitas gudang sewaan sudah tidak sanggup menampung obat-obatan lagi.

“Kamar jenazah tersebut baru beberapa hari ini kita gunakan sebagai tempat penyimpanan obat-obatan cair, sebab kita belum memiliki gudang yang layak. Dan tidak semua ruang kita gunakan, masih ada sisa ruangan yang bisa dijadikan tempat penyimpanan mayat bila ada,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ivandri, kamar jenazah tersebut belum bisa difungsikan diakibatkan belum adanya jalan ke gedung tersebut. ”Memang ada anggaran untuk jalan ke gedung itu, namun kita alihkan jalan tersebut kearah gedung ICU yang baru siap dibangun, Inysa Allah akhir tahun ini jalan tersebut sudah bisa digunakan,” lanjutnya.

Terkait dengan desakan anggota DPRK Abdya untuk mengambalikan fungsi kamar jenazah tersebut, Ivandri mengakui, pihaknya sangat kewalahan, sebab pihaknya sudah tidak tahu harus menyimpan obat-obatan tersebut dimana.

“Kalau obat-obatan tersebut kita pindahkan, kita takutkan obat-obatan tersebut akan rusak karena tidak ada tempat penyimpanan yang baik,” demikian tandasnya. (Red/Zal)