Bengkel Terbakar, 5 Unit Sepmor Hangus di Abdya

oleh
Bengkel Terbakar, 5 Unit Sepmor Hangus di Abdya
Bengkel Terbakar, 5 Unit Sepmor Hangus di Abdya
Bengkel Terbakar, 5 Unit Sepmor Hangus di Abdya

BLANGPIDIE|DiliputNews.com – Bengkel milik Kansaruddin (60), warga Dusun Ingin Makmur, Desa Seunulop, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya), Senin pagi (5/5/2014) sekira pukul 8.30 WIB, mengalami kebakaran.

Akibat insiden itu Kansaruddin mengalami luka bakar dibagian kaki dan tubuhnya, bukan itu saja, 5 unit sepeda motor (Sepmor) milik warga yang berada dibengkelnya juga hangus terbakar.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat, api berasal dari dalam bengkel, ceritanya, ketika itu Kansaruddin sedang menambal ban sepeda motor yang dititipkan pemiliknya, tiba-tiba jeregen berisi bensin enceran di bengkel itu tersenggol lalu tumpah tepat diatas alat penambal ban yang menggunakan bara api.

“Mendengar seperti ada letusan, dan teriakan dari pemilik bengkel,  kami yang saat itu tak jauh dari lokasi kejadian langsung berlarian untuk memberikan pertolongan,” ungkap salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya.

Beruntung sumber air mudah didapatkan, sebab lokasi kebakaran tak jauh dari saluran yang dipenuhi air, sekira pukul 9.30 WIB api sudah berhasil dipadamkan.

“Lokasi bengkel tak jauh dari saluran air, kalau tidak rumah warga lainnya pasti akan ikut terbakar, sebab lokasi kejadian dalam kawasan padat penduduk,” tuturnya lebih lanjut.

Karena luka bakar yang sangat serius, suami dari Aisyah itu, harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Teuku Peukan Abdya dengan menggunakan mobil ambulance milik Puskesmas Manggeng, untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah, 5 unit sepeda motor itu salah satunya kepunyaan pemilik bengkel, empat lainnya merupakan milik warga yang diperbaiki dibengkelnya, seluruh peralatan bengkel milik ayah empat orang anak itu, juga ludes dilalap si jago merah, bukan  itu saja sebahagian dinding rumahnya  juga ikut terbakar.

Menurut keterangan dr Muna di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUTP Abdya, luka nakar yang dialami Kansaruddin mencapai 30 persen, yang paling parah berada dibagian kaki, kemudian kondinya masih aman dan stabil, untuk sementara belum bisa dibawa pulang, sebab harus dirawat secara intensif. “Kalau terlalu cepat dibawa pulang maka akan berakibat infeksi, jadi, pihak rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi korban, hingga memungkin untuk dibawa pulang,” singkatnya. (Red/Zal)