Caleg 9 Parpol ungkap Kasus Money Politik di Abdya

oleh
Pemilu / Ilustrasi
Pemilu / Ilustrasi
Pemilu / Ilustrasi

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Belasan Calon Legislatif (Caleg) dari 9 Partai Politik (Parpol) di Aceh Barat Daya (Abdya) mengungkap kasus praktek money politik  yang dilakukan oleh salah seorang oknum caleg dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 meliputi Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan dan Setia.

Kepada sejumlah wartawan di Balai PWI Abdya Senin (21/4)  caleg-caleg  itu mengungkapkan modus yang dijalankan oknum caleg dari Partai Nasdem berinisial SR yakni dengan cara memberikan teratak (jamboe pesta) yang bernilai puluhan juta rupiah kepada masyarakat di Desa Sejahtera Kecamatan Manggeng dengan perjanjian agar masyarakat desa setempat memilih dirinya pada pesta demokrasi pemilu.

“Caleg itu juga mengultimatum bagi warga desa itu yang memilih dirinya boleh menggunakan teratak dimaksud, akan tetapi bagi yang tidak memilih haram untuk menggunakan teratak tersebut,”ungkap Laksamana, warga Desa Sejahtera yang ikut rombongan caleg ketika menggelar konferensi pers di PWI Abdya.

Laksamana juga mengaku telah membuat laporan terkait money politik itu kepada Panwaslu Abdya pada 19 April 2014 lalu dengan nomor bukti penerimaan laporan :008/LP/PILEG/IV/2014 yang ditandatangani langsung Ketua Panwaslu Abdya Fahrul Rizha Yusuf SHi.

“Tapi oleh Panwaslu Abdya, laporan kita dianggap sudah kadaluarsa, makanya kami para calehg membuat konferensi pers dan akan membuat laporan ke tingkat atas lagi,”ungkap Afzal SH, caleg dari Dapil 3 dari Partai Hanura.

Para caleg yang ikut konferensi pers hari itu diantaranya Afzal SH (Hanura), Erli Jasmani (PDI-P), Afdaluddin Hamzah (PAN), Safrijal Puri (PDA), Muhammad Syukur (PDA), TM Yunan (PDI-P), Teuku Cut Rahman (PPP), Charly Pretty Asza (PKB), Zulkifli (PKPI), Zulmahdi (Demokrat) dan Samsul Bahri (PBB).

Terkait masalah itu, Ketua Panwaslu Abdya Fahrul Rizha Yusuf Shi hingga berita ini diturunkan belum berhasil dimintai tanggapannya, yang bersangkutan diketahui masih mengikuti sidang pleno rekap suara pemilu di KIP Abdya, ponsel yang dihubugi juga tidak diangkat meskipun panggilan terhubung. (Red/Zal)