KIP Gelar Rapat Pleno Tertutup di Abdya

oleh
KIP Gelar Rapat Pleno Tertutup di Abdya
KIP Gelar Rapat Pleno Tertutup di Abdya
KIP Gelar Rapat Pleno Tertutup di Abdya

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekaputulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRA dan DPRK tahun 2014 tingkat kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Minggu (20/4)di Aula Kantor KIP Abdya.

Berhadir dalam rapat pleno itu, Ketua KIP Abdya Muhammad Jakfar, Anggota KIP Elfiza SH MH, Said Maskur, Hasbi dan Muhammad Zikri, Ketua Panwaslu Fahrol Rizha Yusuf dan Rahma Rusli. Kemudian diikuti sejumlah para saksi perwakilan dari masing-masing Partai Politik baik Parnas maupun Parlok.

Pada saat pembukaan rapat pleno, Ketua Pokja DPT KIP Abdya, Elfiza SH MH, memastikan bahwa tidak ada kekeliruan ketika melakukan perekapan. “Kita pastikan tidak ada terjadi kekeliruan, sudah diupayakan sebaik mungkin hasil suara itu benar-benar sesuai dengan jumlah pemilihan di TPS,” ungkapnya.

Dikatakannya, meski belum seratus persen bisa dilakukan pleno hari ini, namun, ada beberapa suara yang tidak sesuai nanti diminta untuk diperbaiki bersama. “Apabila dikemudian hari ada bukti dari saksi partai sesuai dengan C1, mari kita selesaikan secara baik-baik disini,” tuturnya.

Selanjutnya, dalam kesempatan itu juga, Said Maskur sebagai Pokja Pengawasan KIP Abdya, mengatakan, bila dalam perekapan C1 ada yang keliru, maka KPPS mengundang seluruh saksi kembali. “Rata-rata banyak salah di proses perjumlahan, kemudian kembali kita buka format C1 plano, kita pastikan suara partai politik tidak ada yang terzalimi,” singkatnya.

Amatan DiliputNews.com, sampai berita ini diturunkan, pelaksanaan rapat pleno terus berlanjut dengan mambacakan suara masing-masing partai politik untuk DPR, DPD, DPRA dan DPRK.

Proses rapat pleno dijaga ketat oleh pihak kepolisian Polres Abdya dan Brimob bersenjata lengkap dengan di bantu pihak TNI dari Kodim setempat, setiap saksi yang diutus dari kecamatan harus memperlihatkan tanda peserta dan tidak diperbolehkan untuk membawa Henphon kedalam ruangan. (Red/Zal)