60 Nelayan Thailand Akan Dideportasi Dari Aceh

oleh
60 Nelayan Thailand Akan Dideportasi Dari Aceh
60 Nelayan Thailand Akan Dideportasi Dari Aceh
60 Nelayan Thailand Akan Dideportasi Dari Aceh

MEULABOH | DiliputNews.com – Sedikitnya 60 nelayan asal Thailand yang tertangkap di perairan laut Aceh Barat, Provinsi Aceh akan dideportasi setelah ditahan dalam khusus penangkapan ikan ilegal.

“Pastinya para nelayan Thailand ini akan dideportasi secepatnya karena siapa yang akan memberi mereka makan di sini. Satu hari saja mereka di sini kita sudah kewalahan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat T Helmi di Meulaboh, Senin (14/4).

Sebelumnya, empat dari enam unit kapal asing yang mengangkut 60 orang warga Thailand dan Myanmar. Mereka ditangkap tim gabungan TNI-Polri Minggu (13/4) malam. Kapal nelayan itu menggunakan pukat trawl menjarah ikan pada jarak sekitar delapan mil dari bibir pantai Aceh Barat.

Di sela-sela menghadiri pertemuan dengan pihak kepolisian di Mapolres Aceh Barat, Helmi menuturkan, hasil tangkapan nelayan Thailand di perairan Aceh Barat akan dilelang karena dikhawatirkan membusuk.

Kata dia, diperkirakan kapal nelayan Thailand tersebut memiliki muatan ikan mencapai 10 ton/kapal. Namun mengenai jenis dan berat secara keseluruhan tidak diketahui pasti sebelum dilakukan pembongkaran dan ditimbang.

“Kapal-kapal mereka juga akan dilelang, namun kita akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan duta besar Thailand dan kebijakan akan ditentukan hasil keputusan bersama pemerintah daerah dan Polri,” imbuhnya.

Helmi menuturkan Pemkab Aceh Barat akan terus memperketat pengawasan dengan menambah volume patroli delapan kali dalam setahun, karena secara wilayah perairan Aceh Barat sangat berlimpah ikan dengan berbagai jenis ekspor dan selalu menjadi target penangkapan ilegal.

Sementara itu Koordinator Komunitas Nelayan Tradisional (kontan) Aceh Barat Indra Jeumpa menjelaskan kapal-kapal nelayan Thailand tersebut merupakan tipe 65 Gross ton (GT) dengan kapasitas muatan 85 ton ikan/kapal.

“Selama ini nelayan kita sudah sering melihat ada kapal asing tapi nggak  berani didekati apalagi menangkap mereka, kita berharap pengawasan harus lebih diperketat,” katanya.

Sementara itu 54 nelayan Thailand Senin (14/4) siang sudah di ruang tahanan Mapolres Aceh Barat. Sedangkan enam orang lainnya ditahan di kapal di bawah penjagaan aparat kepolisian.

Kapal-kapal tersebut terpaksa dipindahkan dari lokasi Pelabuhan Jetty Meulaboh karena ada aktivitas bongkar muat batubara milik perusahaan tambang PT Mifa Bersaudara.(Red/Ant)