Kapolres: Pemilu 2014 Wilayah Aceh Barat Kondusif

oleh
Kapolres: Pemilu 2014 Wilayah Aceh Barat Kondusif
Kapolres: Pemilu 2014 Wilayah Aceh Barat Kondusif
Kapolres: Pemilu 2014 Wilayah Aceh Barat Kondusif

MEULABOH | DiliputNews.com –  Kapolres Aceh Barat AKBP Faisal Rivai mengatakan secara umum wilayah hukum yang dipimpinnya kondusif dan keamanan tetap terjaga menjelang hari pemungutan suara Pemilu Legislatif 9 April 2014.

“Secara umum Aceh Barat kondusif jelang pemilu. Meski demikian tetap harus ditingkatkan kewaspadaan, mengingat di beberapa kabupaten tetangga eskalasi kriminalitasnya meningkat,” kata AKBP Faisal Rivai di Meulaboh, Rabu (02/4).

Guna mendukung pengamanan pemilu, kata dia, Mabes Polri menempatkan 112 personel Brimob. Ke-112 personel Brimob ini tidak hanya mendukung pengamanan pemilu di Aceh Barat, tetapi juga sejumlah kabupaten/kota lainnya di barat selatan Aceh.

Kapolres mengatakan, personel bawah kendali operasi atau BKO Mabes Polri ini dikhususkan menangani gangguan kamtibmas berintensitas tinggi, seperti rusuh massa, kejahatan terorganisir, dan bersenjata api.

Personil Mabes Polri ini, kata Faisal Rivai, memiliki kemampuan spesifik dalam pengamanan konflik sosial dan konflik bersenjata. Dukungan prajurit BKO ini dapat menjadikan kondisi keamanan Aceh Barat, maupun barat selatan Aceh, pada umumnya tetap kondusif.

“Permasalahan politik sangat urgen dan sensitif, sehingga dikatakan sebagai salah satu faktor utama pemicu konflik horizontal. Dengan kehadiran dukungan personel Mabes Polri ini diharapkan bisa membantu kepolisian setempat meredam hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar dia, Kapolres Aceh Barat AKBP Faisal Rivai menegaskan, apabila ada kelompok-kelompok yang berupaya memperkeruh situasi keamanan, maka akan berhadapan dengan pasukan Mabes Polri ini.

Disebutkannya, pasukan BKO siap menindak tegas terhadap siapa pun atau kelompok manapun yang berupaya memperkeruh kedamaian di wilayah setempat.

Dengan demikian, jelas Kapolres, penyelenggara pemilu, seperti Komisi Independen Pemilihan (KIP), akan merasa aman dalam menjalankan tugasnya dan Panwaslu tidak ragu-ragu melakukan tindakan pengawasannya.

“Kepada seluruh personel kepolisian di Aceh Barat dapat menginventarisir seluruh potensi konflik dan selanjutnya melaksanakan deteksi, cegah dini, antisipasi dini dengan mengedepankan hak asasi manusia dalam setiap bertindak,” kata AKBP Faisal Rivai.(Red/Ant)