Bupati Aceh Barat Daya Menggelar Santunan

oleh
Bupati Aceh Barat Daya Menggelar Santunan
Bupati Aceh Barat Daya Menggelar Santunan
Bupati Aceh Barat Daya Menggelar Santunan

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat (Abdya) dalam hal ini Bupati Abdya Jufri Hasanuddin  menyerahkan insentif kepada Tengku Imum, Khatib, Bilal, Khadam, Tengku Sagoe dan Petugas Fardhu Kifayah sebanyak 1.080 orang dalam Kabupaten Abdya, yang berlangsung di Halaman Pendopo Bupati setempat, Selasa (1/4).

Kepala Dinas Syari’at Islam, Amirman Adnan selaku Pelaksana acara melaporkan,  untuk Tgk Imum, khatib, bilal, khadam berjumlah 156 orang, Tgk Sagoe berjumlah 152 orang, sementara Fardhu Kifayah 304 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan masing-masing desa mewakili 2 orang, jadi total keseluruhan sebanyak 1080 orang.

“Insentif ini kita berikan  setahun penuh, disalurkan dalam tiga bulan sekali yaitu triwulan pertama, triwulan kedua dan ketiga,” sebutnya.

Amirman merincikan, masing-masing mereka mendapatkan insentif, imam mesjid menerima 250 ribu, khatib 200 ribu, bilal 200 ribu, khadam 200 ribu, tengku Sagoe 210 ribu, Fardhu Kifayah masing-masing 180 ribu. Dalam satu triwulan berjumlah Rp. 657,720.000, maka dalam setahun total keseluruhannya Rp. 2.630.880.000 yang bersumber dari APBK tahun 2014.

“Jangan dilihat dari nilainya tapi lihatlah besar manfaat dari insentif itu,” tutunya.
Dalam kesempatan itu juga, Bupati Abdya Jufri Hasanuddin, menyampaikan, rencana untuk menambah jumlah insentif itu pada tahun depan, namun dengan syarat masyarakat harus memilih wakil rakyat yang sesuai dengan visi dan misi Bupati Abdya.

“Setelah saya evaluasi ini harus ada penambahan dan akan meningkatkan insentifnya, kalau daerah kita makmur bisa saja insentif ini akan setara dengan gaji PNS, ukuran kesejahteraan itu adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan dengan adanya negara, maka dari itu kita harapkan kedepannya akan lahir para wakil rakyat yang peduli kepada agama,” ungkapnya.

Bupati Jufri menambahkan, pembagian insentif ini, tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan politik, karena pelaksanaan ini sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan yaitu selama 3 bulan dari Januari hingga Maret.

“Kebetulan saja April itu pelaksanaan pemilu, tapi ini murni bukan keterkaitan dengan masalah politik, meskipun saya cuti hari ini, tapi persoalan serimonial seperti ini tidak jadi permasalahan,” ujarnya.

Jufri juga mengatakan, jangan dilihat dari nilainya tapi kepeduliannya, berdo’alah supaya nominal insentif ini akan bertambah.

“Ini harta rakyat, saya hanya membagikan saja, ini harus dikelola secara profesional, jangan pernah membiasakan untuk memberikan ucapan terima kasih kepada petugas penyalur, karena mereka sudah ada gajinya sendiri,” serunya.

Jufri  dalam hal ini juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap para wakil reakyat yang memberikan aspirasinya secara tidak adil terhadap pesantren-pesantren yang ada di Abdya, sebab menurut Jufri, itu akan mengundang kecemburuan sosial. “Saya sangat kecewa ketika ada anggota dewan yang memberikan aspirasinya hingga ratusan juta kepada salah satu pesantren, sebab yang kita takutkan ada kecemburuan sosial serta gesekan antara para ulama, dan ini menjadi tugas pemerintah untuk menyamaratakannya,” demikian pungkasnya.

Selain Bupati Abdya Jufri Hasanuddin, acar itu juga dihadiri Asisten Kepemerintahan Drs Mac Rivai, Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekobang) Drs Thamren, Asisten Administrasi Umum Bustamam SE, Kepala Dinas Syariat Islam Abdya Drs Amirman Adnan, Caleg DPD RI nomor urut 9 Fachro Razi, Ketua DPW Partai Aceh (PA) Abdya Tgk Nazir, dan para penerima santunan. (Red/Zal)