PSK Ini Menangis Katika Disebut Asma Allah

oleh
PSK Ini Menangis Katika Disebut Asma Allah
PSK Ini Menangis Katika Disebut Asma Allah
PSK Ini Menangis Katika Disebut Asma Allah

BANDA ACEH | DiliputNews.com –  Seorang PSK berinisial ML (19) satu dari 15 wanita malam yang berhasil diamankan oleh Polisi Syariat Kota Banda Aceh, Sabtu, (29/3), menangis ketika disebut asma Allah.

Diringkusnya ML bersama rekan lainya di tower coffe simpang lima Banda Aceh diduga kuat karena PSK ini masih mejajakan diri sampai larut malam, sehingga mereka terpaksa ditangkap dan dibawa ke kantor Polisi Syariat Kota Banda Aceh.

Dikantor Syariat Islam, sekitar pukul 02.00 Wib dini hari,  belasan wanita malam tersebut mendapat siraman rohani dari Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Saadduddin Djamal. Isak tangis  para wanita malam tersebut menjadi haru.

“Allah akan memberi jalan terbaik bagi hambanya, bila hambanya mau mengingat ALLAH,” sebut Illiza. Isak  tangis para wanita malam itupun semakin keras.

“Saya lakukan ini bukan karena uang ibu,saya butuh kasih sayang orang tua ibu,” ucap ML gadis seksi bercelana ponggol dan berambut pirang.

ML kepada walikota berterus terang, menjadi seorang PSK bukanlah kerena uang, melainkan untuk melampiaskan emosinya.

“Saya butuh kasih sayang ibu, suasanapun semakin tegang semua wanita malam turut menangis sambil berpelukan sesamanya, sedangkan ML mendapat pelukan dari Walikota,

“Sabar semuanya akan berubah bila kita ingin berubah, Allah pasti memberi perubahan kepada hambanya bila hambanya mau berubah” imbuh illiza sambil mengulus punggung ML.

Illiza juga menyampaikan, Dirinya sebagai pempinpin menginginkan jangan ada lagi kejadian seperti ini. Karena melakukan penangkapan dan melepasakan dan menangkap lagi ngak ada artinya, bila diri sendiri tidak mau berubah.

“Berubahlah, dan berharaplah sama ALLAH, janganlah  berharap sama manusia bila ingin berubah, manusia tidak akan bisa merubah hidup kita, berharap sama manusia kita dibohongi, ditipu,” nasehat Illiza mampu meluluhkan para wanita malam itu.

Walikota Banda Aceh ini mengaku, para wanita tersebut melakukan hal seperti itu disebabkan banyak faktor, dari sisi ekonomi sampai masalah keluarga.

Illiza mengaku, bahwa keterlibatan mereka kedunia hitam juga disebabkan adanya penampung di aceh yang berjaringan, pasalnya, para wanita malam itu, kebanyakan dari luar daerah.

“Kita akan membicarakan hal ini dengan pemerintah pusat, bagaimana menindaklanjutin tentang permasalahan ini,” tutup Illiza. (Red/S-KTB)