Peran Media Sebagai Pencerdasan Pemilu 2014 di Abdya

oleh
Peran Media Sebagai Pencerdasan Pemilu 2014 di Abdya
Peran Media Sebagai Pencerdasan Pemilu 2014 di Abdya
Peran Media Sebagai Pencerdasan Pemilu 2014 di Abdya

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Menyonsong Pemilu Legislatif (Pileg) pada 9 April 2014 mendatang, peran media massa sebagai media sosialisasi dan pencerdasan kepada masyarakat dalam memilih pemimpin pada pemilu 2014 justru sangat diperlukan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Muhammad Jakfar, Minggu (23/3/2014) di Aula Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis, Blangpidie.

Menurutnya, media merupakan lini kontrol untuk membantu kesuksesan pemilu mendatang. “Kita berharap rekan-rekan media dapat membantu kami untuk mensosialisasikan proses pemilu ini berjalan dengan sukses,” kata Jakfar yang turut dihadiri Ketua Balai PWI Abdya Drs H Zainun Yusuf, Ketua KPNI Abdya Idris, para wartawan baik cetak maupun online, tokoh pemuda dan tamu undangan lainnya.

Jakfar menerangkan, pada saat proses penertiban atribut kampanye nanti, pihaknya mengharapkan media menjadi ujung tombak untuk memberitakan kepada masyarakat khususnya pengurus partai politik dan simpatisannya, supaya segera menertibkan atribut kampanye tiga hari sebelum proses pencoblosan.

“Selain kita juga memanggil para ketua Parpol dan menyuratinya, media juga harus ikut serta bekerja sama dengan membuat rekomendasi yang ditembuskan kepada seluruh parpol di Abdya agar mereka lebih paham untuk menertibkan atribut kampanye itu dengan kesadaran hati,” jelasnya.

Selain itu, Jakfar yang juga sebagai pemateri dalam forum diskusi itu, menyebutkan, setelah Kota Sabang, Kabupaten Abdya mendapat posisi nomor dua memperoleh Data Pemilih Tetap (DPT) terbaik di seluruh Provinsi Aceh.

“Ini berkat peran media juga, sehingga kabupaten Abdya tercatat nomor dua memperoleh DPT ter Failid se-Aceh dengan jumlah 96.454 DPT, hal itu dikarenakan ketika ada pemilihan ganda dan meninggal, oporator kita langsung mengeluarkan dari data itu,” demikian sebutnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ketua Balai PWI Abdya Drs H Zainun Yusuf, menghimbau para awak media massa, harus menjaga kode etik pers selama melakukan pemberitaan, kalau dilanggar maka akan ada aturan hukum yang berlaku.  “Dalam Pileg ini, media punya tanggung jawab moral untuk mensukseskan pesta demokrasi ini, jangan asal memberitakan, tanpa didukung fakta-fakta,” ujarnya.

Dikatakannya, sepanjang informasi itu bisa dipertanggung jawabkan silahkan saja untuk ditulis, asalkan tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang bisa berakibat fatal pada proses Pileg ini nantinya.

“Hindari pemberitaan yang dapat memancing suasana, sehingga menciptakan keributan, pastikan dulu informasi itu benar adanya,” lanjut Zainun.

Dalam melakukan kritikan,  Zainun mengajak rekan-rekan media untuk membuat bahasa-bahasa santun, tujuannya, untuk menghindari efek yang tidak bagus kedepannya.

“Sederhananya, kalau kita pijak kaki seseorang, kita lihat mukanya masih tersenyum, artinya dia sadar apa yang dilakukan atau yang diberitakan oleh media massa tersebut ada benarnya sehingga tidak ada celah untuk membantah, maka dari itu, buatlah informasi yang membangun dan bertanggung jawab,” demikian tuturnya. (Red/Zal)