Kekerasan di Aceh Nodai Demokrasi

oleh
Kekerasan di Aceh / Ilustrasi
Kekerasan di Aceh / Ilustrasi
Kekerasan di Aceh / Ilustrasi

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Sejumlah tindak kekerasan menjelang pemilihan umum (Pemilu) Legislatif, 9 April 2014 dapat menodai proses demokrasi jika tidak dilakukan penanganan secara cepat, kata Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Samsul Rizal.

“Kekerasan merupakan hal yang tidak baik dalam proses demokrasi dan juga akan menodai perdamaian yang telah terbina,” katanya di Banda Aceh.

Dia menjelaskan konflik berkepanjangan di Aceh telah usai dan masyarakat berharap pengalaman buruk yang pernah terjadi tersebut tidak terulang kembali di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

“Masyarakat sudah sangat jera dengan konflik sehingga perdamaian yang telah terbina ini harus terus dipelihara oleh semua komponen masyarakat di Aceh,” katanya, Jumat 14 Maret 2014.

Menurut dia, jika kondisi tindak kekerasan terus meningkat tanpa dilakukan penanganan cepat, maka sulit untuk meningkatkan pembangunan karena orang lain mengira Aceh belum aman.

“Artinya, orang lain tidak berani masuk ke Aceh dan ini akan merugikan masyarakat di provinsi ini nantinya,” katanya.

Karena itu, ia menyarankan agar masyarakat Aceh dapat melaporkan ke aparat keamanan jika ada tindak kekerasan di lapangan guna dilakukan penindakan.

Ia juga mengajak partai politik duduk bersama, untuk berikrar damai kembali bahwa akan saling menjaga kader-kadernya di lapangan untuk pemilihan umum legislatif aman dan damai.

“Saya juga mengajak seluruh mahasiswa Unsyiah khususnya, untuk tidak bertindak anarkis menjelang pelaksanaan Pemilu,” demikian Samsul Rizal.(Red/Ant)