PNA Minta Presiden Turun Ke Aceh

oleh
Presiden Diminta Turun ke Aceh
Presiden Diminta Turun ke Aceh
Presiden Diminta Turun ke Aceh

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Partai Nasional Aceh (PNA), salah satu partai lokal di Aceh,  meminta Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, turun tangan menangani kekerasan di Aceh menjelang pemilu 2014. Hal itu disampaikan Ketua Umum PNA, Irwansyah di Banda Aceh, Selasa 4 Maret 2014, terkait tewasnya Faisal, Kader PNA di Aceh Selatan.

Faisal ditembak dengan berondongan peluru pada Ahad malam, 2 Maret 2014 di kawasan Gunong Seumancang, Desa Ladang Tuha, Keucamatan Meukek, Aceh Selatan. Faisal adalah Calon Anggota Legislatif (Caleg) PNA.

Menurut Irwansyah, pembunuhan atas Faisal memperpanjang kasus kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa terhadap kader partainya. Pembunuhan para Caleg dinilai sebagai kejahatan yang luar biasa, tidak bisa diselesaikan dengan prosedur normal biasa. “Ini adalah teror yang merongrong negara dan kenyamanan masyarakat,”kata Irwansyah.

Selain kepada Presiden, PNA juga meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dan Kapolri untuk turun-tangan menangani kekerasan demi kekerasan yang terjadi kalau ingin perdamaian di Aceh tetap terjaga.

Terkait penembakan caleg PNA,  Kapolda Aceh Irjen Husein Hamidi mengatakan Kepolisian Resort Aceh Selatan masih menyelidiki  kasusnya.”Kita menurunkan tim dari Polda untuk memback-up Polres menangani kasus itu,”kata Kapolda.

Tim dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia juga akan membantu penyelidikan kasus tewasnya Faisal. Kapolda Husein berjanji akan menuntaskan  kasus-kasus kekerasan yang terjadi menjelang pemilihan umum.

Dari data Tempo, jelang Pemilu 2014 sudah tiga orang kader ataupun caleg PNA yang tewas. Kasus pertama terjadi pada 25 April 2013 yang menimpa Muhammad bin Zainal Abidin alias Cek Gu, yang ditembak mati di Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie. Dia adalah caleg untuk DPRD Pidie.

Kasus kedua menimpa Ketua DPC PNA Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, M Juwanis pada Kamis dinihari, 6 Februari 2014. Dia tewas dikeroyok oleh oknum yang diduga dari kader partai lokal lainnya di Aceh. Kasus terakhir adalah penembakan yang menimpa Faisal di Aceh Selatan, 2 Maret 2014.(Red/Tempo)