Indehoi Siang Bolong, Sepasang Non Muhrim Digerebek

oleh
Indehoi Siang Bolong, Sepasang Non Muhrim Digerebek
Indehoi Siang Bolong, Sepasang Non Muhrim Digerebek
Indehoi Siang Bolong, Sepasang Non Muhrim Digerebek

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Sepasang non muhrim yang diduga kuat  sedang melakukan hubungan layanya suami istri disiang bolong tepatnya disalah satu  Salon di Banda Aceh digerebek tim gabungan Satpol PP dan WH Kota  Banda Aceh.

Saat di tangkap pasangan haram itu dalam keadaan separuh terbuka terbuka, meraka digerebek Kamis (28/11), sekitar pukul 11.45 WIB.

“Mereka tanpa menggunakan celana, yang menutupi badannya hanya baju saja, pasangan tersebut diduga kuat, baru saja selesai melakukan aksinya,” Kata Kasi Penegak peraturan perundang Undangan Dan Syariat Islam Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Evendi.

Evendi mengaku, terciumnya beligat mereka hasil laporan masyarakat bahwa disalon Aslina di Jalan Teungku Chiek Pante kulu  Ujong, Kecamatan Kuata Raja , Kota Banda Aceh itu ada laki-laki bertamu,  yang pada dasarnya setiap salon perempuan di Aceh tidak diperbolehkan ada tamu laki-laki.

“Sepasang non muhrim tersebut yakni masing masing berinisial RZ (24) warga Banda Aceh dan wanitanya RS (44) warga Asal Jakarta, pengerebekan tersebut turut diamankan seorang laki laki yang berpropesi sebagai germo bernama HER (35) asal Banda Aceh,” ungkapnya.

Saat ditanyai petugas, pasangan indehoi ini mengaku sudah berhubungan intim dikamar rahasia yang berada dibawah tangga lantai dua salon, saat tim gabungan datang kelokasi, terlihat germo HER yang sedang stanby dipintu salon.

“Ketika melihat petugas datang, bergegas masuk kedalam untuk memberi tau kepada pelaku,  ketika tim gabungan memasuki  kedalam Salon pelaku laki laki sudah lari ke lantai dua, sedangkan si wanitanya duduk bersama dua PSK lainnya,” kata Evendi.

Ia menambahkan, Saat diintrogasi Reza mengaku, membayar Rp 200 ribu, kini uang Rp 200 ribu tersebut sudah diamankan untuk dijadikan sebagai barang bukti, “Kini ketiga tiganya sudah diamankan di kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh,” pungkasnya.

Akibat perbuatan terlarang itu, keduanya melanggar qanun no 14 tahun 2003 pasal 6 ayat 1, tentang Khalwat dan Meusum, sementara bagi pemilik usaha dicabut izin usahanya karena sudah memberikan fasilitas yang melanggar syariat islam. tutur Evendi.(Red/DD).