KIP Abdya Tetapkan Zona Pemasangan Alat Peraga Kampanye

oleh
Ribuan DPT Aceh Barat Terancam Dihapus
KIP Abdya Tetapkan Zona Pemasangan Alat Peraga Kampanye
KIP Abdya Tetapkan Zona Pemasangan Alat Peraga Kampanye

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya melakukan sosialisasi dan penetapan zona alat peraga kampanye untuk kabupaten setempat.

Sosialisai dan penetapan alat peraga kampanye tersebut berdasarkan keputusan KIP Abdya nomor: 38/Kpts/KIP-Kab-001.434543/Tahun 2013, untuk DPR-RI,DPD,DPRA dan DPRK menjelang pemilu 2014 mendatang.

Ketu KIP Abdya, Muhammad Jakfar, dalam kegiatan penetapan zona alat peraga kampanye yang berlangsung di aula serba guna Arena Motel, Kamis (31/10) mengatakan sosialisasi dan penetapan alat peraga kampanye itu dilakuka menindak lanjuti Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 tahun 2013 tentang perubahan  peraturan (KPU) Nomor 01 Tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan kampanye DPR, DPD dan DPRD yang berlangsung di aula Arena Motel Blangpidie dan dihadiri para pengurus Parpol.

“Berdasarkan aturan tersebut,setiap partai politik (Parpol) pada peserta Pemilu 2014 hanya dibolehkan untuk memasang satu baliho di masing-masing gampong (desa)” ungkapnya.

Sesuai dengan pasal 17 ayat 1 huruf (a), kata dia,  alat peraga kampanye tidak
ditempatkan pada tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolah), jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, saran dan prasarana publik, taman dan pepohonan.

Sedangkan huruf (b) poin 1, tambahnya,menyebutkan  baliho atau papan reklame hanya diperuntukkan bagi Parpol 1 unit untuk satu gampong atau nama lainnya
yang memuat informasi nomor dan tanda gambar Parpol, visi, misi dan sebagainya.

“Diharapkan para caleg dapat mematuhinya demi kerukunan bersama,” ungkap  Jakfar.

Menurutnya, pengaturan tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mencermati dan mengenali seluruh Parpol peserta Pemilu, tanpa didominasi parpol tertentu. Karena itu, pada baliho maupun billboard nantinya Parpol hanya boleh mencantumkan lambang partai, jargon, visi dan misi.

“Sedangkan  untuk foto, hanya diperbolehkan foto pengurus partai atau tokoh Parpol yang bukan calon anggota DPR dan DPRD” tuturnya lanjut.

Lebih lanjut, Jakfar menyampaikan, kampanye merupakan suatu pembelajaran bagi masyarakat tentang makna pesta demokrasi dan untuk itu seluruh partai peserta Pemilu harus tahu dan taat terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita juga berharap agar partai politik menjadikan Pemilu 2014 sebagai kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas demokrasi negeri ini.

Oleh karenanya Parpol hendaknya membangun hubungan yang lebih akuntabel dengan konstituennya,” harapnya.

Sementara itu, Asisten III Adminstrasi Umum Pemkab Abdya, Bustamam dalam kesempatan yang sama mengatakan Pemkab setempat menyambut baik atas adanya kegiatan sosialisasi tersebut. Sebab sosialisasi itu bertujuan agar seluruh peserta Pemilu dapat memahami dan metaati apa-apa yang telah diputuskan dalam PKPU nomor 15 tahun 2013.

“Hal terpenting dalam pelaksanaan Pemilu di Abdya nantinya diharapkan dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, peraturan tersebut memang sedikit mengekang, tetapi yakinlah dengan peraturan yang dibuat itu dapat memberi kebaikan bagi semua pihak.

“Dengan adanya peraturan ini maka pertarungan kampanye di Pemilu 2014 nanti akan lebih adil, karena ada batasan penggunaan alat peraga,” jelasnya singkat. (Red/Zal)