Pasca Gempa Tangse, 17 Sekolah Belajar Di Tenda Darurat

oleh
Korban Gempa Tangse Di Tenda Darurat / Foto Antara
Korban Gempa Tangse Di Tenda Darurat / Foto Antara
Korban Gempa Tangse Di Tenda Darurat / Foto Antara

PIDIE | DiliputNews.com – Pasca gempa yang menggucang Aceh, membaut sejumlah bangunan rusak di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, sedikitnya 17 sekolah yang berada dalam Kecamatan tersebut melakukan proses belajar  mengajar di bawah tenda darurat.

“Para pelajar di Kecamatan Tangse Kabupaten  Pidie mengikuti proses belajar mengajar dibawah tenda-tenda darurat mulai hari ini,” keta  Kepala BPBD Kabupaten Pidie Apriadi kepada DiliputNews.com, Kamis (24/10).

Tenda Pleton yang berdaya tampung 20 siswa itu, kata Apriadi telah dibangun sebagai pengganti ruang belajar sementara bagi para siswa(i) yang sekolahnya mengalami kerusakan pasca gempa kamarin.

“Pendirian tenda tersebut merupakan program prioritas posko penanganan darurat bencana di kecamatan Tangse,” imbuhnya.

Katanya lagi, pihak sekolah disarankan agar tidak menggunakan ruang belajar yang rusak akibat gempa, maka dari itu kata dia proses belajar mengajar sementara dapat dilaksanakan di tenda darurat yang didirikan oleh BPBD Pidie, TNI dan Polri.

”Kita himbau agar pihak sekolah tidak menggunakan bangunan yang retak,untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, ” harapnya.

Kendati pun demikian, Apriadi juga mengungkapkan, ada sebahagian siswa yang belum berani untuk berangkat ke sekolah karena sebagian besar masih trauma terhadap gempa tersebut.

”Ada sebagian pelajar yang tidak berani datang kesekolah karena masih trauma dan kami juga sudah mengingatkan kepada seluruh orang tua agar anaknya yang tidak berani agar bias menemani mereka demi kelancaran proses belajar disekolah masing-masing,” pintanya menambahkan.

Gempa 5,6 SR yang terjadi pada Selasa 22 Oktober lalu menyebabkan 17 unit sekolah rusak di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh. (Red/Fd)