Bolos Jam Kerja, Puluhan PNS Aceh Barat Terjaring Razia

oleh
Bolos Jam Kerja, Puluhan PNS Aceh Barat Terjaring Razia
Bolos Jam Kerja, Puluhan PNS Aceh Barat Terjaring Razia
Bolos Jam Kerja, Puluhan PNS Aceh Barat Terjaring Razia

MEULABOH | DiliputNews.com – Puluhan pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer dijajaran Pemkab Aceh Barat, Senin (22/10) terjaring razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja  (Satpol-PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Barat.

Razia selama satu jam tersebut dibantu oleh pihak kepolisian dan TNI dibawah Polisi Militer yang berlangsung diruas Jalan Nasional, Depan Kantor Kementrian Agama (Kakanmenag) Aceh Barat.

Kepala Pol PP dan WH Aceh Barat, Samsul Alam mengatakan, razia displin PNS dan tenaga Honerer dilakukan untuk menekan jumlah pegawai Aceh Barat yang melanggar disiplin dengan membolos pada jam kerja.

“Razia terhadap PNS yang dilakukan berkaitan dengan kedisiplinan PNS yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010,” kata Samsul Alam.

Ia menjelaskan, dalam aturan tersebut menyebutkan tiap PNS dilarang keluar kantor saat jam dinas tanpa seizin atasan. “Selain izin, saat mereka keluar harusnya juga memiliki surat perintah, atau budge berupa surat tugas atau surat izin atas keperluan lainnya,” katanya menambahkan.

Sementara untuk, data-data PNS yang terjaring tersebut katanya nanti akan serahkan pada atasan atau instansi masing-masing.

Selain razia PNS, kata Samsul Alam, pihaknya juga melakukan penertiban pakain ketat dan celana pendek, sebagai tindak lanjut qanun Nomor 11 tahun 2002 tentang syariat islam.

“Saat razia kita mendapati ada 49 PNS bolos jam kerja, sedangkan pakain tak islami sebanyak 60 orang, meraka diberikan pembinaan agar tidak lagi menggunakan pakaian ketat,” ungkapnya.

Salah satu PNS dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Guru SMP Negeri 2 Meurebo, Ramdani kepada wartawan mengatakan selama ini tidak ada sosialisasi tentang aturan wajib mengatongi izin hingga ia keluar cukup dengan melapor pada atasan.

“Razia ini cukup mengganggu saya, dan membuat saya tidak tenang, apalagi saya sudah melapor. Saat saya keluar juga tidak ada jam ngajar. Memang sih saya keluar atas kepentingan pribadi, tapikan sudah lapor,” kata Ramdani. Red/Af).