Soal Kelamin Siswa, The Wahid Institute Kecam Sekolah Sabang

oleh
Soal Kelamin Siswa / Ilustrasi
Soal Kelamin Siswa / Ilustrasi
Soal Kelamin Siswa / Ilustrasi

JAKARTA | DiliputNews.com – Peneliti senior The Wahid Institute Rumadi Ahmad mengecam tindakan sebuah sekolah di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam, yang meminta informasi dari siswanya tentang ukuran kelamin. Sebelumnya ada juga daerah yang hendak melakukan tes keperawanan.

“Ini pelanggaran. Sekolah harus menghormati hak pribadi dan jangan melakukan intimidasi dengan persoalan seperti ini,” katanya kepada di Jakarta, Kamis (5/9).

Rumadi, yang juga komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) ini menegaskan, upaya badan publik, termasuk sekolah, untuk meminta informasi yang terkait dengan organ seksual adalah bentuk pelanggaran terhadap UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Dalam UU tersebut, informasi yang bersifat pribadi, termasuk ukuran kelamin dan keperawanan, merupakan informasi privat yang tidak bisa dipaksakan untuk diminta,” katanya.

Karena itu, tegasnya, sekolah tidak boleh memaksakan siswanya untuk memberi informasi tersebut.

Rumadi melanjutkan, informasi soal organ seksual tersebut merupakan kesalahan konstruksi berpikir pejabat publik.

“Tidak ada untungnya dan memang bukan tugasnya sekolah atau badan publik meminta siswa untuk memberi informasi pribadi seperti ini,” katanya.

Bila hal itu dimaksudkan untuk membenahi persoalan moral, Rumadi menerangkan, hal itu juga kesalahan berpikir yang menyedihkan. (Red/SP/SB)