Pabrik Tahu di Banda Aceh Berhenti Beroperasi

oleh
Pabrik Tahu di Banda Aceh Berhenti Beroperasi
Pabrik Tahu di Banda Aceh Berhenti Beroperasi
Pabrik Tahu di Banda Aceh Berhenti Beroperasi

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Belasan pabrik tahu di Kota Banda Aceh berhenti beraktivitas menyusul melonjaknya harga kedelai yang menjadi bahan baku tahu sejak sepekan terakhir.

“Di Banda Aceh ada 12 pabrik tahu, semuanya menghentikan aktivitas untuk sementara waktu karena tidak ingin rugi akibat kenaikan harga kedelai,” kata Yusri, pemilik pabrik Tahu Mawar di Banda Aceh, Senin 26 Agustus 2013.

Menurut dia, penghentian aktivitas itu untuk mencari solusi mengatasi kenaikan harga kedelai dari Rp6.500 menjadi Rp8.700 per kilogram. Kenaikan harga kedelai tersebut memberatkan mereka.

“Ini cukup memberatkan kami. Dan kami juga bukan mogok, tetapi berhenti memproduksi tahu untuk mencari solusi kenaikan harga bahan baku. Berhentinya produksi pabrik tahu ini berlangsung sejak Sabtu (24/8). Rencananya, Selasa (27/8), semua pabrik tahu kembali beroperasi,” katanya.

Yusri mengatakan semua pemilik pabrik tahu yang ada di Banda Aceh sudah duduk bersama membicarakan masalah tersebut. Akhirnya, mereka memutuskan menaikan harga tahu dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per papan.

“Per papan ada sepuluh potong tahu. Harga Rp40 ribu merupakan harga konsumen. Sedangkan harga pabrik untuk pedagang Rp35 ribu, naik Rp5.000 dari sebelumnya Rp30 ribu,” kata dia.

Yusri menyebutkan imbas kenaikan harga kedelai tidak hanya berujung kepada kenaikan harga tahu, tetapi juga pada pengurangan produktivitas, hingga separuh.

Ia menyebutkan bahwa pabrik miliknya dengan lima pekerja menghabiskan rata-rata 300 kilogram kedelai dengan hasil produksi 100 papan tahu. Pengurangan produktivitas dilakukan setelah melihat respons konsumen terhadap kenaikan harga.

“Jika konsumen menerima kenaikan harga, maka kami akan berproduksi normal kembali. Jika tidak, tentu kami tidak bisa bertahan dengan kondisi seperti ini. Apalagi harga tahu tidak pernah naik sejak tiga tahun lalu,” kata Yusri.(Red/Ant)