Wartawan Aceh Harus Hindari Bahasa Asing

oleh
Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf
Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf
Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Wartawan di Aceh, baik media lokal maupun nasional harus menghindari bahasa asing dan wajib menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam peresmian pembukaan acara Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan PWI Aceh di kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Senin (19/8).

Menurut Muzakir Manaf, banyak media di Aceh saat ini yang sulit di mengerti dan dipahami oleh publis saat membaca beritanya, untuk menghindari habasa tersebut, wartawan di Aceh harus  ber etika, disiplin serta harus bermartabat, “Ini yang perlu saya amati.”tuturnya.

Selain itu, wartawan juga harus menghindari dari amplot yang berisi uang agar menjadi wartawan yang propesional,  “Ini yang perlu kita camkan,”lanjutnya.

Wagub melanjutkan, Siapapun yang menulis berita berkiblat kepada uang, Aceh tidak akan maju. “Ini yang perlu kita pertahankan untuk kecerdasan dan kemakmuran wartawan dalam pemberitaan,

“Beuk kapateuh yang gop peugah, kapateuh peu yang loen peugah jieno” artinya, jangan percaya apa yang dibilang orang, tapi percayalah yang aku bilang sekarang,” tegasnya.

Muzakir Manaf berharap kepada wartawan agar tidak menuliskan hal-hal yang kecil seperti jatuhnya sebutir anak peluru, “Karena Aceh saat ini bukan seperti yang dulu pada masa konflik,” tutupnya. (Red/RH)