Sebagian Warga Nagan Belum Merasakan Kemerdakaan Hakiki

oleh
Warga Gunakan Rakit / Ilustrasi
Warga masih menggunakan rakit untuk akses perekonomian
Warga masih menggunakan rakit untuk akses perekonomian

NAGAN RAYA | DiliputNews.com – Di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 tahun, tidak sepenuhnya dapat di rasakan oleh warga di Kabupaten Nagan Raya, buktinya di sepuluh Desa dalam Pemukiman Suak Sika Kecamatan Kuala, masih menggunakan rakit untuk akses perekonomian warga menuju kota Suka Makmue.

Warga Gunong Rebo Kecamatan Kuala T Musbir  (40) saat ditemui DiliputNews.com mengatakan sejak kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus 1945, sepuluh Desa dalam pemukiman Suak Sika, sampai saat ini masih menggunakan rakit.

“Lebih kurang dua ribu penduduk dalam pemukiman ini, masih menggunakan rakit menuju kota Suka Makmue,” katanya.

Jembatan yang hanya tinggal rangka itu menghubungkan Desa Simpang Emat dengan Gunong Rebo, sudah sepuluh tahun dikerjakan hingga kini belum rampung dikerjakan oleh pemerintah setempat.

Musbir mengaku, selama pengerjaan jembatan itu, sekitar 10 kontraktor yang telah memenangkan tender jembatan ini, tapi nyatanya sampai sekarang warga masih menggunakan rakit, “Kemana pemerintah,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Ismail (50, pemungkiman  Suak Sika belum merasakan Kemerdekaan yang sepunuhnya, bayangkan hasil alam di Indonesia melimpah, namun akses penyeberaan masih menggunakan rakit, “Apa ini dinamakan Kemerdekaan yang hakiki,” tuturnya.

Ismail dan T Mubir berharap kepada Pemerintah Aceh khusunya pemerintah Kabupaten Nagan Raya segara diselesaikan pekerjaan jembatan Gunong Rebo, supaya akses perekonomian warga pemukiman Suak Sika berjalan lancar. (Red/MC)