Organda Aceh Siapkan Bus Cadangan

oleh
Organda Aceh Siapkan Bus Cadangan
Organda Aceh Siapkan Bus Cadangan
Organda Aceh Siapkan Bus Cadangan

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh menyiagakan 10 unit bus Dinas Perhubungan, Damri, dan perusahaan angkutan milik pemerintah sebagai cadangan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang menjelang Idul Fitri 1434 Hijriah.

“Bus-bus tersebut disiagakan untuk rute pesisir timur dan barat Aceh,” kata Ketua Organda Aceh Musni Haffas di Banda Aceh, Senin 5 Agustus 2013.

Pada angkutan lebaran tahun ini, kata dia, masing-masing perusahaan angkutan memberangkatkan delapan unit bus setiap hari. Kebanyakan bus tersebut melayani trayek pesisir timur Provinsi Aceh.

“Dari pantauan kami hingga sekarang ini, belum terjadi lonjakan penumpang mudik. Namun, kami tetap menyiagakan bus cadangan sebagai antisipasi membludaknya penumpang mudik,” ungkap Musni Haffas.

Ketua Organda Aceh itu menyebutkan peningkatan penumpang mudik terjadi pada Minggu (4/8) malam. Hampir setiap perusahaan angkutan, khususnya rute pesisir timur Aceh menambah tiga unit bus.

Musni Haffas menyebutkan jumlah penumpang mudik tahun ini tidak terlalu tinggi dibanding tahun lalu. Hal ini terjadi karena banyak masyarakat memilih pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi.

“Mungkin, Minggu malam puncak angkutan mudik karena ada penambahan armada masing-masing operator. Penambahan armada ini terjadi di rute pesisir timur,” sebut dia.

Sedangkan pesisir barat dan selatan Aceh, lanjut dia, tidak terjadi lonjakan penumpang. Malah, armada angkutan yang dipersiapkan melebih kebutuhan yang diperkirakan.

“Di jalur pesisir barat selatan Aceh banyak beroperasi mobil plat hitam yang mengangkut penumpang. Hal ini merugikan perusahaan angkutan resmi,” kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, Organda Aceh mendesak instansi terkait menertibkan dan menindak tegas mobil pelat hitam yang mengangkut penumpang. Selain merugikan perusahaan resmi, masyarakat juga dirugikan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Menyangkut pelaksanaan angkutan mudik, Musni Haffas menyebutkan berdasarkan pantauan di lapangan, semuanya berjalan lancar, khususnya di wilayah pesisir timur Aceh.

“Sedangkan jalur pantai barat selatan Aceh sempat terjadi kemacetan karena ada truk kontainer yang terbalik di kawasan Gunung Kulu, Aceh Besar,” kata dia.

Padahal, ujarnya, truk sudah dilarang beroperasi sejak H-4 sebelum Idul Fitri 1434 agar lalu lintas mudik penumpang berjalan lancar. Namun, truk yang terbalik tersebut luput dari pantauan.(Red/Ant)