Kapolda Aceh Perintahkan Tembak Ditempat Pelaku Kejahatan

oleh
Kapolda Aceh Irjen Pol Herman Effendi
Kapolda Aceh Irjen Pol Herman Effendi
Kapolda Aceh Irjen Pol Herman Effendi

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Kapolda Aceh Irjen Pol Herman Effendi memerintahkan tembak di tempat bagi pelaku kriminal yang beraksi di jalan raya selama pelaksanaan mudik lebaran Idul fitri 1434 H.

“Untuk kejahatan tertentu seperti perampokan sudah ada perintah tembak di tempat. Tapi, jika kriminal lainnya seperti pelemparan bus akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Irjen Pol Herman Effendi di Banda Aceh, Kamis 1 Agustus 2013.

Pernyataan tersebut ditegaskan Kapolda Aceh pada Apel pasukan Operasi Ketupat Rencong 2013 di halaman Mapolda Aceh. Hadir dalam apel tersebut unsur pimpinan daerah, perwakilan Kodam Iskandar Muda, serta pejabat terkait lainnya.

Kapolda mengatakan, terdapat daerah-daerah yang dianggap rawan aksi kriminal. Wilayah rawan tersebut masih seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti perbatasan Aceh-Sumatera Utara, wilayah Aceh Timur hingga ke jalan pegunungan Seulawah, Aceh Besar.

Jenderal bintang dua itu menambahkan, Polda Aceh sudah memetakan daerah-daerah rawan tindak kriminal. Di daerah rawan tersebut akan ditempatkan penembak jitu.

“Kami tempatkan penembak jitu atau sniper di lokasi yang sudah dipetakan sebagai daerah rawan. Semua ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyaman masyarakat selama lebaran,” terangnya.

Pengamanan lebaran ini melibatkan 1.170 personel Polda Aceh dan Polres di wilayah Aceh. Pengamanan lebaran dengan sandi Operasi Ketupat Rencong 2013 tersebut akan berlangsung selama 15 hari.

Dalam operasi tersebut, Polda Aceh mendirikan 51 pos pengamanan dan 35 pos pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah di provinsi Aceh. Setiap pos akan ditempatkan 25-30 orang personel.

“Polda Aceh ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat baik yang mudik maupun yang tidak mudik, serta mencegah terjadinya tindakan kriminal maupun kecelakaan lalu lintas,” demikian Irjen Pol Herman Effendi.(Red/Ant)