Perusahaan Sawit Terindikasi Penimbun BBM Bersubsidi

oleh
Perusahaan Sawit Terindikasi Penimbun BBM Bersubsidi
Perusahaan Sawit Terindikasi Penimbun BBM Bersubsidi
Perusahaan Sawit Terindikasi Penimbun BBM Bersubsidi

MEULABOH | DiliputNews.com – Pasca Pemerintah Republik Indonesia (RI) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, perusahaan perkebunan sawit PT Mapoli Raya, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat terindikasi melakukan penimbunan atau menggunakan BBM bersubsidi.

Pasalnya beberapa waktu lalu (22 Juni 2013) pada halaman mess perusahaan perkebunan sawit PT Mapoli Raya, terlihat puluhan drum dan puluhan jerigen wadah minyak solar tersusun rapi.

Berdasarkan keterangan warga setempat, mess tempat tempat penimbunan BBM bersubsidi tersebut merupakan tempat peristirahatan anggota Polres Aceh Barat saat melakukan pengamanan pada area PT Mapoli Raya.

”Minyak itu merupakan minyak bersubsidi, dan hal itu telah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat setempat,” ungkap seorang warga yang menetap di simpang PT. Mapoli Raya.

Menurut data yang diperoleh DiliputNews.com, kalkulasi jumlah wadah minyak solar di depan mess perusahaan tersebut berjumlah, jerigen sebanyak 42 buah, 20 diantaranya berisi minyak solar (22 jerigen kosong), sedangkan drum berjumlah 35 buah, hanya 4 drum yang masih berisikan minyak solar. Total dari 20 jerigen dan 4 drum, diperkirakan minyak solar bersubsidi mecapai 2 ton.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai, menegaskan akan melakukan pengusutan terhadap indikasi perusahaan yang melakukan penimbunan atau menggunakan BBM bersubsidi, karena setiap perusahaan indistri wajib memakai BBM non subsidi.

Terkait ada indikasi keterlibatan oknum Polres yang membantu PT Mapoli Raya dalam menjalankan aksi pengumpulan BBM Solar bersubsidi, Faisal Rivai juga menegaskan akan mengusut kebenaran penyimpangan tersebut.

“Jika hasil pengusutan terbukti ada anggota terlibat dalam membeking perusahaan untuk memperoleh BBM solar bersubsidi, anggota tersebut akan dihukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Faisal Rivai.