Aceh Promosi Perikanan Laut di Yokyakarta

oleh
Aceh Promosi Perikanan Laut di Yokyakarta
Aceh Promosi Perikanan Laut di Yokyakarta
Aceh Promosi Perikanan Laut di Yokyakarta

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Pemerintah Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, memanfaatkan kegiatan pameran makanan nusantara di Yogyakarta untuk melakukan promosi potensi perikanan laut seperti lobster dan tripang agar lebih dikenal.

Bupati Simeulue Riswan NS saat dihubungi dari Banda Aceh menyatakan pada pameran tersebut stan Aceh menyuguhkan makanan “tabaha” yang merupakan khas Simeulue dengan menu utama lobster dan tripang.

Makanan yang dipamerkan pada malam hari di Jogja Expo Center itu berupa lobster dan tripang goreng, masak itek (bebek) puteh, jus buah rumbia (boeh meuria), dan pisang.

Riswan menyatakan, hidangan makanan untuk pengunjung tersebut selain sebagai penghormatan juga sekaligus untuk promosi bahwa Kabupaten Simeulue miliki potensi lobster dan tripang yang besar.

Simeulue merupakan kabupaten yang terletak di Lautan Hindia dengan jarak 105 mil laut dari Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, atau 85 mil laut dari Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Kabupaten Simeulue merupakan gugus kepulauan yang terdiri dari 41 pulau besar dan kecil. Pulau terbesar adalah Pulau Simeulue dengan luas 199.502 hektare atau 94 persen dari luas keseluruhan kabupaten itu 212.512 ha.

Dikatakannya, potensi ikan laut di daerahnya cukup besar, namun belum digarap maksimal oleh nelayan. Namun demikian, sebagian hasil tangkapan nelayan itu sudah diekspor, katanya.

Hasil tangkapan ikan perairan laut Sinabang yang mampu dilakukan nelayan rata-rata per tahun, misalnya lobster sekitar 20 ton, tripang 10 ton, kerapu sulu 200 ton, kerapu macan 300 ton, tuna mata besar 0,43 ton, tenggiri 184 ton, dan cakalang 358 ton.

Pada kesempatan itu, Bupati Riswan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh, karena telah terlibat langsung dalam pameran tersebut, sehingga tidak saja memperkenalkan makanan, tapi juga potensi perikanan daerah.

Bupati berjanji ke depan Pemerintah Simeulue akan menyediakan anggaran khusus untuk mensponsori makanan-makanan khas daerah itu ke berbagai kota yang dianggap memiliki peluang pasar.

Hadir pada acara tersebut Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh Hasanuddin Darjo, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Razali Adami, dan para mahasiswa Aceh di Jogyakarta.

Hasanuddin menyampaikan kebanggaannya, karena makanan “Tabaha” sudah sampai ke Jogyakarta. “Kita bangga tabaha sudah sampai ke Yogjakarta, maka dengan itu, perlu kita sama-sama bangga hari ini ‘Simeulu untuk Aceh, dari Aceh untuk Indonesia, Indonesi Go International’,” ujarnya.

Sementara itu, Razali menyampaikan, promosi begini merupakan suatu hal yang maju dan tentunya akan sangat berpotensi mengangkat isu bahwa Aceh memiliki makanan khas yang standing dengan negara-negara lain.

Dia menyatakan, perlu ada kerja berkelanjutan dalam kampanye makanan dan masakan Aceh hingga ke luar negeri.(Red/Ant)