BBM Naik, Tarif Angkutan Hanya Boleh Naik 15%

oleh
Tarif Angkutan Hanya Boleh Naik 15%
Tarif Angkutan Hanya Boleh Naik 15%
Tarif Angkutan Hanya Boleh Naik 15%

JAKARTA | DiliputNews.com – Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakantarif angkutan umum wajib mengikuti kesepakatan di level pusat, antara Kementerian Perhubungan dan Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) pusat, hanya naik 15%.

Pemerintah daerah harus mampu berkomunikasi dengan Organda tingkat daerah untuk memastikan kenaikan tarif angkutan hanya 15%.

“Sudah ditetapkan 15% oleh Kemenhub, jadi mengacu pada itu. Inilah leadership dari bupati dan wali kota untuk berunding dengan Organda daerah. Organda pusat sudah menetapkan 15% jadi ikuti itu,” tegas Hatta ketika ditemui di kantornya, Senin (24/6/2013).

Kenaikan harga sudah dapat dilakukan oleh angkutan umum setelah pemerintah daerah mengeluarkan peraturan daerah (Perda) mengenai tarif.

Jika tidak mengacu pada itu, Hatta mengatakan, angkutan sudah melanggar peraturan daerah.

“Pemdanya harus memberi persetujuan dulu, karena itu ditetapkan dalam Perda. Kalau tidak, jadi tarif liar dong,” cetusnya.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pemerintah tidak mempunyai skema subsidi untuk angkutan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM tahun ini.

Padahal, tahun lalu, ada anggaran yang diajukan untuk kompensasi kenaikan BBM pada angkutan umum.

“Dalam penganggarannya kemarin lebih fokus pada social protection. Kemudian juga situasi fiskalnya sangat berbeda dengan 2012. Pressurenya dengan kondisi yang ada sekarang kalau tidak dilakukan apa-apa defisitnya ke 3,8%. Jadi ruang fiskalnya nggak banyak,” katanya ketika ditemui terpisah, di kantornya.

Namun, imbuh Chatib, tidak menutup kemungkinan pemerintah akan memberi bantuan pada angkutan umum di 2014.

“Sekarang untuk 2014 ruangnya relatif lebih banyak, saya mau lihat dulu usulan kementerian,” tutup Chatib.