Pemkab Nagan Raya Petakan Kebun Rakyat

oleh
Pemkab Nagan Raya Petakan Kebun Rakyat
Pemkab Nagan Raya Petakan Kebun Rakyat
Pemkab Nagan Raya Petakan Kebun Rakyat

NAGAN RAYA | DiliputNews.com – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mulai melakukan pemetaan kawasan perkebunan kelapa sawit rakyat untuk memfokuskan pengembangan komoditas andalan wilayah itu.

Bupati Nagan Raya T Zulkarnaini di Jeuram mengatakan komoditas kompetensi inti di wilayah itu adalah kelapa sawit dan karet dengan produksi 24 ton/hektare dengan luas area hampir mencapai 200 ribu hektare.

“Pemetaan ini dilakukan pada kawasan strategis pengembangan kelapa sawit untuk masyarakat seperti di Kuala Baro dan Kuala Tadu serta kuala pesisir,”kata T Zulkarnaini, Kamis 20 Juni 2013.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah lebih memfokuskan pengembangan kelapa sawit dengan membagikan bibit unggul kepada masyarakat sehingga menjadi aset warisan keluarga karena ditanam dikebun sekeliling rumah.

H T Zulkarnaini mengatakan dengan perkebunan sekeliling rumah dapat dikelola dengan mudah dibandingkan dengan membagikan kebun dua hektar per kepala keluarga apalagi jika terkendala dengan pengetahuan dan modal.

Ia mengatakan dari program se-juta sawit sejak 2008 di Kabupaten Nagan Raya telah 80 persen lebih masyarakat mulai menikmati hasil dengan produksi rata-rata 20 ton/hektare.

“Setiap hari masyarakat sudah dapat Rp50 ribu/kepala keluarga/hari, buahnya sudah dapat dipanen bahkan jaraknya dekat, cuma dari hasil sawit yang ditanam sekeliling rumah,” katanya.

Pemkab Nagan Raya secara berkelanjutan akan terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan bila ada investor yang mau menanamkan modalnya hanya diperkenan membangun kebun plasma.

“Kami akui masih banyak persoalan menyangkut pengelolaan perkebunan karena sejumlah perusahaan besar yang menanamkan investasi diwilayah ini sulit diajak berkomunikasi,” katanya.

Ia berjanji tidak akan mengeluarkan satu hektarpun Hak Guna Usaha (HGU) pada perusahaan manapun untuk mengelola perkebunan.

“Kami terus bberupaya memaksimalkan pengawasan terhadap produksi sawit dan CPO perusahaan, karena selama ini kami tidak pernah mendapat data riil terhadap hasilnya,” kata  T Zulkarnaini.[Red/Ant]