Penarikan Fasilitas Bawaslu Bentuk Ketidakdewasaan Gubernur

oleh
Panarikan Fasilitas Bawaslu Ketidakdewasaan Gubernur
Panarikan Fasilitas Bawaslu Ketidakdewasaan Gubernur
Penarikan Fasilitas Bawaslu Bentuk Ketidakdewasaan Gubernur

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Tindakan Gubernur Aceh Zaini Abdullah menarik fasilitas Bawaslu dinilai bukan jalan keluar yang tepat. Dikhawatirkan aksi tersebut justru akan membuat publik menilai Gubernur tidak tidak mendukung proses demokrasi di Aceh.

Hal tersebut katakan Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada,  dalam press release yang diterima DiliputNews.com, Kamis (10/6).

Kata Aryos, seharusnya Gubernur Aceh mencari jalan keluar yang bijak, karena bila tidak, polemik penetapan Bawaslu ditakutkan akan menghambat proses pelaksanaan Pemilu sebagaimana yang diharapkan.

Bahkan menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk praktek arogansi kekuasaan, kata dia seharusnya Pemerintah menyikapinya dengan dewasa, dengan menempuh jalan keluar yang elegan dalam menyelesaikan perbedaan ini.

“Jangan sampai dikarenakan faktor kepentingan atas rekrutmen anggota Bawaslu versi DPRA menjadi pemicu dan mencari celah sehingga  bertindak diluar mekanisme yang sudah ditetapkan melalui aturan hukum. Ini juga menunjukan karakter pemimpin yang kurang memberikan panutan ketika dihadapkan penyelesaian masalah di institusi pelaksana pemilu,” ungkap Aryos.

Ia menambahkan, jangan sampai publik menilai Gubernur Aceh menerapkan strategi mencari celah agar mengggoalkan kepentingan sekelompok orang tertentu menjelang pemilu. Ini menjadi image buruk jika arahnya kesana.