Mahasiswa Minta Pemda Selesaikan Konflik Unigha

oleh
Mahasiswa Minta Pemda Selesaikan Konflik Unigha
Mahasiswa Minta Pemda Selesaikan Konflik Unigha
Mahasiswa Minta Pemda Selesaikan Konflik Unigha

SIGLI | DiliputNews.com – Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha) meminta Pemerintah Pidie segara menyelesaikan dan mencari solusi terhadap konflik antara Mahasiswa dan Yayasan Unigha.

Hal tersebut disampaikan Teuku Musliadi, kepada DiliputNews.com, Rabu (19/6). Ia merupakan mahasiwa yang sedang menjalani skripsi di Universitas Jabal Ghafur dan juga tokoh muda Pidie.

Katanya, Mahasiswa tergabung dalam Pemerintah Mahasiswa (Pema) Universitas Jabal Ghafur (Unigha), menyegel gedung Biro Rektor Delapan Sagoe, dan beberapa ruang belajar, sangat merugikan mahasiswa lainnya.

“Ini sangat merugikan mahasiswa lain, sebab melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di Kampus tersebut, apalagi mahasiswa hampir memasuki ujian akhir semester atau final pada  27 Juni 2013 mendatang,” katanya.

Menurut dia, aksi penyegelan ruang belajar yang dilakukan Pema Ghafur (Unigha) jangan sampai mahasiswa lain yang dirugikan, dimana sebagian mahasiswa banyak tidak bisa mengkuti mata kuliah akibat kisruh tersebut.

“Kita berharap supaya pihak yayasan secepat mungkin melakukan musyawarah bersama pemda dan mahasiswa untuk menyesaikan kisruh itu,” pintanya.

Seperti yang kita ketahui, Puluhan mahasiswa tergabung dalam Pemerintah Mahasiswa (Pema) Universitas Jabal Ghafur (Unigha), Jumat (18/6) menyegel gedung Biro Rektor Delapan Sagoe, dan beberapa ruang belajar di Gle Gapui, Kecamatan Indrajaya, Pidie.

Aksi unjukrasa yang dilakukan sebagian mahasiswanya itu telah berlangsung lima hari terhitung, Jumat (14/6).

Kendati pihak rektor telah melakukan negosiasi dengan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, namun tidak berhasil dan mereka tetap ngotot menyegel gedung rektor bersama sejumlah ruang belajar.