Polisi Bebaskan 9 Warga yang Menduduki Lahan PT SIR

oleh
Menduduki Lahan PT. SIR
Menduduki Lahan PT. SIR
Menduduki Lahan PT. SIR

MEULABOH | DiliputNews.com – Sembilan warga yang diamankan petugas kepolisian karena menduduki lahan PT. Sari Inti Rakyat (PT.SIR), Senin (10/6) sekitar pukul 21.00 Wib, dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan selama 4 jam lebih di Mapolres Aceh Barat.

Sebelumnya, massa melakukan aksi dengan menduduki lahan PT. Sari Inti Rakyat (PT.SIR), karena Pemkab Aceh Barat tidak menuntaskan sengketa lahan antara masyarakat dengan PT SIR yang sudah berlangsung lama.

Pantuan DiliputNews.com, saat mereka diamankan petugas, sedikitnya ratusan warga mendatangi halaman Mapolsek Johan Pahlawan, menuntut agar sembilan warga yang tahan untuk dibebaskan, karena warga menilai tidak ada aktivitas pengerusakan pada lahan area Plasmen dan Desa Alue Lhee, Kecamatan kaway XVI, yang diklaim lahan milik PT. SIR.

“Kami hanya menduduki area itu saja, karena lahan tersebut milik kami sejak dahulu kala dan kami pun tidak mengganggu pihak PT. SIR,” ujar M. Sani, salah seorang warga.

Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu M. Ryan Citra Yudha kepada DiliputNews.com mengatakan, pihaknya bukan bermaksud menangkap sembilan warga tersebut, tetapi hanya ingin mempertanyakan secara detail maksud dan tujuan warga menduduki area lahan PT.SIR tersebut.

“Tapi anehnya, warga tersebut tidak mampu memperlihatkan surat dokumen kepemilikan lahan tersebut,” jelas Ryan.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan menandatangi surat perjanjian, kata Ryan, mereka lansung dibebaskan dan pulang kerumah masing-masing.

Sementara itu, terkait sengketa lahan antara masyarakat dengan PT.SIR, Selasa (11/6) Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Barat bersama dengan Bupati Aceh Barat, H. T. Alaidinsyah, Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat serta Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan, turun ke lokasi lahan PT.SIR di Plasmen dan Desa Alue Lhee, Kecamatan Kaway XVI.

Anggota Pansus DPRK Aceh Barat, Ramli, SE mengaku, kehadiran pihak eksekutif dan legislative ke lokasi lahan tersebut untuk mencari masukan dari sejumlah warga dan dari pihak perusahaan.

“Hasil yang dihimpun dari Pansus ini akan dibahas pada kalangan legislative Aceh Barat untuk dapat di ambil sebuah kesimpulan,” ujar Ramli, SE.