Tertibkan Bencong, Pemko Minta Fatwa Ulama

oleh
Bencong / Ilustrasi
Bencong / Ilustrasi
Bencong / Ilustrasi

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Upaya menertibkan para perempuan jadi-jadian alias bencong atau waria, yang berkeliaran di wilayah kota Banda Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh segera meminta fatwa dari ulama sebagai dasar hukum dalam penertibannya.

“Kita akan segera meminta fatwa dari para ulama, seperti MPU, MPD, Dinas Syariat Islam untuk dijadikan sebuah qanun, kalau sudah ada payung hukumnya, pemerintah Kota Banda Aceh siap melaksanakannya,” kata Wakil Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, Selasa (4/6).

Illiza mengaku, sejauh ini pihaknya masih kewalahan dalam menangani masalah tentang banyaknya bencong berkeliaran di Banda Aceh. “Bencong beda dengan banci, kalau banci dalam agama sudah ada, kalau bencong renotasinya merubah sesuatu yang menjadi dari fitrahnya,” akunya.

Untuk permasalahan tersebut, pihaknya segera melakukan audiensi dengan para ulama. ”Sebetulnya kita sudah meminta petunjuk bahkan sudah kita menyampaikan secara lisan kepada dinas terkait di tingkat provinsi, Muspida provinsi dan MPU agar dilansir di media atas larangannya,” katanya.

Illiza mengungkapkan, untuk bisa menjalankan penertiban terhadap pemasalahan tersebut, perlu payung hukum yang kuat dari para ulama dan sudah di Qanunkan, “Untuk melakukannya harus ada fatwa dari ulama, sehingga mendapat petunjuk apa-apa saja yang harus kita lakukan, bila belum ada tentu tidak bisa melakukan apa-apa.

Ia juga menambahkan, khusus di Aceh punya lembaga istimewa yang bisa mengeluarkan fatwa, seperti MPU, MPD yang akan menjadi landasan. Jika landasan tersebut sudah ada maka pemerintah baru bisa laksanakan.

Sejauh ini, pihaknya mengaku belum mengetahui, apakah mereka layak tinggal di Aceh atau tidak. Batasan apa saja dikatakan banci tersebut diperbolehkan atau diharamkan.

“Saat ini semua ketentuan itu belum di atur dalam sebuah qanun,” pungkasnya.