BKPRMI Akan Gelar Seminar Muda Kaya Raya

oleh
Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI)
Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI)

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) kota Banda Aceh melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ekonomi dan Koperasi (LPPEKOP) akan menggelar kegiatan seminar kewirausahaan untuk kaum muda di kota Banda Aceh.

Kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada Kamis (6/6) di Aula Bappeda Aceh, dengan mengusung tema “Muda Kaya Raya, Mati Masuk Surga”.

Ketua BKPRMI Kota Banda Aceh, Ridha Yunawardi, melalui Pers Realis yang di terima DiliputNews.com, Selasa (4/6) menyebutkan, sebagai lembaga otonom, pihaknya akan memberikan perhatian untuk program pengembangan potensi ekonomi, guna meningkatkan partisipasi pemuda remaja mesjid dalam pengembangan dan pembinaan potensi ekonomi ummat yang berjiwa keislaman, kerakyatan, kemandirian, kewirausahaan dan keadilan.

“Berharap adanya Output secara minimal, agar para generasi muda memiliki semangat kewirausahaan seperti yang ditanamkan oleh Rasulullah SAW, dan melahirkan para usahawan-usahawan muda yang tangguh berlandaskan nilai-nilai syariat islam,” harap ridha.

Di katakan Ridha, seminar tersebut bertujuan sebagai salah satu upaya merealisasi program kerja LPPEKOP BKPRMI Kota Banda Aceh, diharapkan dapat menambah wawasan dan semangat wirausaha di kalangan generasi muda.

“Ada empat narasumber yang di undang, yakni dari Baitul Mal Aceh, Kepada Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Presiden GWACH dan Pemilik Usaha ayam lepas, sebagai pengusaha sukses yang akan membagikan pengalamannya,” Ujarnya.

Sementara itu, Direktur LPPEKOP BKPRMI Banda Aceh, Rahmat Lutfhi, SE mengungkapkan, lembaganya akan menjadi penyokong dana operasional kegiatan BKPRMI dengan membangun kembali sejumlah koperasi berbasis mesjid.

Menurut Rahmat, Islam sampai ke Indonesia dan Aceh secara khusus dibawa oleh pedagang. Kalau bukan karena pedagang islam, tidak mungkin islam menyebar dari tanah Arab hingga ke belahan bumi lainnya. “Rasulullah dan para sahabat hidup sebagai saudagar sekaligus entrepreuneur yang menciptakan pekerjaan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dulu usaha berdagang menjadi favorit muslimin, namun sayangnya budaya berwirausaha agak menurun seiring dengan kemajuan zaman. Tanpa disadari saat ini merasa bangga menjadi pegawai negeri atau keryawan, sementara entrepreuneur di anggap sebagai pengangguran.

“Semoga dengan dilaksanakan seminar ini, dapat menambah motivasi berwirausaha serta melahirkan para usahawan muda yang kaya dan tangguh berlandaskan nilai-nilai syariat islam hingga akhirnya masuk surga,” ujarnya menambahkan.