Jembatan Bubon Terindikasi Korupsi Rp3,6 Miliar

oleh
Jembatan Bubon Terindikasi Korupsi Rp3,6 Miliar
Jembatan Bubon Terindikasi Korupsi Rp3,6 Miliar
Jembatan Bubon Terindikasi Korupsi Rp3,6 Miliar

MEULABOH | DiliputNews.com – Pengerjaan proyek pembangunan jembatan Kuala Bubon Kecamatan Samatiga, Aceh Barat di duga terindikasi korupsi mencapai Rp. 3,6 Miliar lebih, oleh sejumlah tim pemegang proyek tersebut.

Dugaan tersebut berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh Solidaritas untuk Anti Korupsi (SuAK) Aceh.

Koordinator Badan pekerja SuAK Aceh, T. Neta Firdaus kepada Diliputnews.com, Selasa (4/6) mengatakan, setelah melakukan investigasi dan mengumpulkan berbagai dokumen penting, SuAK Aceh menemukan dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp 3,6 miliar lebih yang melibatkan berbagai pihak.

Proyek Jembatan Kuala Bubon di lintas Banda Aceh-Meulaboh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat tersebut merupakan Proyek yang didanai Multi Donor Fund (MDF) senilai Rp 38 miliar lebih pasca gempa dan Tsunami 26 Desember 2004.

Jembatan yang memiliki panjang 104,5 meter dengan lebar 10 meter itu selesai dikerjakan pada akhir 2012 oleh PT Waskita Karya dan sudah diresmikan pemakaianya oleh Gubernur Aceh.

Kata Neta, penelusuran yang dilakukan SuAK berangkat dari adanya proses adendum atau surat kontrak kerja SPK yang mencapai enam kali yang diberikan oleh pemilik proyek kepada kontraktor pemenang lelang.

“Harusnya sebuah adendum hanya bisa dilakukan dua kali atau maksimal tiga kali, tapi proyek jembatan Kuala Bubon dilakukan sebanyak enam kali sehingga terjadi penambahan anggaran 10,58 persen atau senilai Rp Rp2,1 miliar,” ungkap Neta

Neta juga menambahkan, jembatan Kuala Bubon tersebut dikelola oleh Balai Pekerjaan Umum Bina Marga Wilayah I Medan Sumatera Utara, dan indikasi korupsi proyek tersebut sudah mendapat respon Kejaksaan Negeri Tinggi (Kejati) Aceh.