Perdamaian di Aceh Bukan Hanya Tanggungjawab Pemerintah

oleh
Perdamaian di Aceh
Perdamaian di Aceh
Perdamaian di Aceh

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan menjaga perdamaian tidak hanya urusan pemerintah, tapi merupakan tanggungjawab seluruh elemen masyarakat di provinsi itu.

“Sudah cukup konflik dan perselisihan panjang kita rasakan, dan menjaga kedamaian hakiki di Aceh bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah, tapi seluruh komponen masyarakat,” katanya di Banda Aceh, Senin 3 Juni 2013.

Disela-sela “peusijuk” (tepungtawari) perdamaian menyelesaikan konflik ekses POPDA XII antara Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Selatan, gubernur juga mengajak kalangan intelektual di Aceh bersama-sama pemerintah merawat perdamaian.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 48 unit sepeda motor dibakar dalam bentrok massal antara mahasiswa asal Aceh Tengah dengan Aceh Selatan menjelang akhir 2012 di Kota Banda Aceh.

Bentrok tersebut dipicu ketidakpuasan terhadap hasil pertandingan olahraga di Pekan Olahraga Pelajar Daerah Aceh (POPDA XII) di Kota Banda Aceh.

Selanjutnya, Pemerintah Aceh bersama-sama dengan Pemkab Aceh Tengah dan Aceh Selatan menanggung dana ganti rugi terhadap sepeda motor yang dibakar dalam bentrok tersebut.

Proses perdamaian antara Aceh Selatan dan Aceh Tengah itu dilakukan dengan upacara adat, setelah masing-masing perwakilan dipeusijuk oleh tokoh ulama dan masyarakat Aceh Tgk H Abdurrahman Kaoy.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Nasaruddin juga memastikan tidak ada masalah antara masyarakat di kedua wilayah, dan perselisihan tersebut diyakini tidak akan terjadi lagi dimasa mendatang.

Bupati juga mengajak elemen masyarakat dan mahasiswa baik dari Aceh Tengah maupun Aceh Selatan agar bersama-sama membangun daerah masing-masing ke arah yang lebih baik dimasa mendatang.

“Kami juga meminta mahasiswa dan masyarakat agar tidak perlu khawatis terkait adanya isu tentang pemotongan dana bantuan dari pemerintah untuk mengantikan sepeda motor yang dibakar dalam kejadian beberapa bulan lalu,” katanya. (Red/Ant)