Gubernur Aceh Ajak Warga Budayakan Gotong Royong

oleh
Gubernur Aceh Zaini Abdullah
Gubernur Aceh Zaini Abdullah
Gubernur Aceh Zaini Abdullah

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengajak masyarakat agar menghidupkan kembali budaya gotong royong di provinsi itu, dalam upaya menumbuhkan solidaritas sesama warga, khususnya di pedesaan.

“Bagi masyarakat Aceh gotong royong merupakan budaya turun temurun. Karenanya saya mengajak seluruh komponen masyarakat agar menghidupkan kembali budaya gotong royong itu,” katanya di Banda Aceh, Selasa (30/4).

Hal itu disampaikan pada road show semarak gotong royong dan pemberdayaan keluarga serta peringatan bulan bakti gotong royong masyarakat (BBGRM) X dan hari kesatuan gerak PKK ke-41 tingkat Provinsi Aceh.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Aceh Teuku Setia Budi, Gubernur juga mengimbau semangat gotong royong itu juga harus digalakkan kembali ditengah-tengah masyarakat provinsi ini.

Oleh karena itu, Zaini mengatakan membangun Aceh yang lebih baik, aman dan sejahtera dimasa mendatang agar bisa dilaksanakan melalui semangat dan budaya gotong royong.

Gubernur juga mengatakan, melalui Undang-Undang Nomor 11/2006 tentang Pemerintah Aceh juga akan memberi peluang sangat besar melakukan perubahan-perubahan dalam segala aspek kehidupan masyarakat.

Dipihak lain, Zaini menjelaskan bahwa pembangunan di tingkat gampong (desa) merupakan salah satu aspek yang utama Pemerintah Aceh khususnya hingga lima tahun mendatang.

Untuk itu, sebagai lanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, maka Pemerintah Aceh memberikan Bantuan Keuangan “Peumakmu” Gampong (BKPG) kepada sebanyak 6.451 gampong dengan nilai Rp452,480 miliar.

“Anggaran pemerintah untuk program BKPG itu termasuk bagi 13 gampong pemekaran di seluruh Aceh,” katanya menambahkan.

Selain BKPG, juga disalurkan bantuan PNPM mandiri pedesaan 2013 dari Pemerintah Pusat untuk 255 kecamatan, 18 kabupaten dengan nilai seluruhnya mencapai Rp426,750 miliar.

Sedangkan untuk kabupaten/kota juga tersedia Alokasi Dana Gampong (ADG) yang besarnya disesuaikan menurut kemampuan masing-masing daerah.

Keseluruhan dana tersebut, bertujuan memberdayakan ekonomi masyarakat dalam rangka menanggulangi kemiskinan serta menumbuhkan kemandirian dan semangat gotong royong bagi penduduk, katanya menjelaskan.

“Saya tegaskan, seluruh bantuan harus dikelola secara transparan, akuntabel, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Gubernur Aceh. (Red/Ant).