Kasus Seksual Di Aceh Karena Lemahnya Pemahaman Agama

oleh
Ilustrasi / Seksual Di Aceh
Ilustrasi / Seksual  Di Aceh
Ilustrasi / Seksual Di Aceh

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Forum Alumni Fakultas Dakwah (ALFADA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh  menilai maraknya kasus seksual yang terjadi di wilayah hukum provinsi itu akibat lemahnya pemahaman agama.

“Kurangnya pemahaman agama dengan baik maka akan sangat mudah terpengaruh dengan pornografi yang berujung kepada perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam,” kata Ketua Forum ALFADA IAIN Ar-Raniry Banda Aceh Ibnu Sa’dan di Banda Aceh, Kamis (18/4).

Ibnu Sa’dan melalui Humas Forum ALFADA Malik Ridwan mengatakan dari pantauan hingga April 2013, pihaknya mencatat ada 26 kasus pemerkosaan yang terjadi di wilayah hukum Provinsi Aceh yang pelakunya dilakukan kerabat dekat, kenalan melalui jaringan sosial dan nomor salah sambung.

Menurut dia, peristiwa yang terjadi tersebut harus mendapat respon lebih cepat oleh Pemerintah Aceh dengan melakukan pencegahan sejak dini seperti menutup situ-situs yang dapat merusak moralitas masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Karena itu pihaknya menyarankan agar Pemerintah Aceh melalui instansi terkait dapat melakukan langkah-langkah konkret untuk mencegah perbuatan melanggar hukum dan bertentangan ajaran Islam.

“Kami juga mengajak seluruh orang tua di Aceh untuk meningkatkan pengawasan kepada anaknya agar tidak terjerumus kepada perbuatan melanggar hukum dan bertentangan dengan ajaran Islam,” katanya.

Ia menambahkan, pembinaan Aqidah terhadap generasi bangsa merupakan salah satu prioritas utama yang harus dilakukan semaksimal mungkin oleh pemerintah di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

“Tolak tarik Qanun/peraturan daerah Jinayah juga mengakibatkan preseden buruk terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh dan kami berharap Pemerintah Aceh bersama Dewan mengutamakan Qanun-Qanun pro rakyat,” demikian Malik.(Red/Ant)