Aktivis Aceh Kecam Pelecehan Seksual Terhadap Anak

oleh
Aktivis Aceh Kecam Pelecehan Seksual Terhadap Anak
Aktivis Aceh Kecam Pelecehan Seksual Terhadap Anak
Aktivis Aceh Kecam Pelecehan Seksual Terhadap Anak

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Aktivis Forum Peduli Anak Aceh (FPAA) menyerukan kepada semua pihak agar menghentikan tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak.

Seruan tersebut disampaikan dalam aksi simpati massa Forum Peduli Anak Aceh di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Selasa 16 April 2013.

Dalam aksi tersebut, 30-an aktivis Forum Peduli Anak Aceh juga menggalang tanda tangan dukungan penegakan hukum terhadap tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak.

Koordinator Forum Peduli Anak Aceh Nurjannah mengatakan aksi simpati ini digelar untuk mengajak masyarakat mengawasi dan mendukung upaya penegakan hukum setiap tindak kekerasan dan pelecehan terhadap anak.

“Tindak kekerasan dan pelecehan terhadap anak sepertinya tidak pernah berakhir di Aceh. Belum selesai kasus pemerkosaan dan pembunuhan Diana, masyarakat Aceh dikejutkan pelecehan terhadap anak,” kata dia.

Kasus terakhir, kata dia, seorang guru mencabuli muridnya berusia sembilan tahun. Kasus ini terjadi di sebuah gampong atau desa di Kabupaten Aceh Besar.

“Kami mendesak para pelaku tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu mereka dihukum rajam,” ungkap Nurjannah.

Menurut dia, rajam merupakan hukum Islam. Hukuman penjara hanya membuat pelaku kebal dan mengulangi perbuatannya kembali setelah keluar dari penjara.

Selain itu, kata Nurjannah, Forum Peduli Anak Aceh meminta Pemerintah Aceh menetapkan 27 Maret sebagai hari pelindungan anak Aceh. Di mana pada 27 Maret 2013, jenazah Diana, murid sekolah dasar korban pemerkosaan dan pembunuhan orang terdekatnya.

“Kami juga mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai orang terdekatnya serta gerak-gerik anaknya. Sebab, kebanyakan pelaku adalah orang terdekat,” kata Nurjannah.(Red/Ant)