Pesantren Serambi Mekkah Meulaboh di Serang

oleh
Pesantren Serambi Mekkah Meulaboh di Serang
Pesantren Serambi Mekkah Meulaboh di Serang
Pesantren Serambi Mekkah Meulaboh di Serang

MEULABOH | DiliputNews.com – Pesantren Serambi Mekkah, di Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (7/4/2013) sekitar pukul 17.30 WIB diserang oleh keluarga santri.

Akibatnya, Seorang guru mengaji di Pesantren tersebut Tgk Muhibbul Nasir Waly mengalami luka parah dibagian mata sebelah kiri. Pemukulan tersebut diduga sebagai protes wali santri, terhadap pemberian sanksi dan hukuman kepada santri, yang dinilai tak pantas.

Informasi yang dihimpun DiliputNews.com, sebelumnya Tgk Muhibbul Nasir Waly memberikan sanksi kepada santrinya sebanyak 15 orang, dengan alasan santri di Pesantren Serambi Mekkah Meulaboh dilarang pacaran.

Setelah mendapat hukuman tersebut, Soraya (14) dari 15 santri lainnya memberitahukan kepada keluarganya, dirinya mendapat perlakuan tidak menyanangkan oleh Tgk Muhibbul Nasir Waly.

“Dia Memukul dengan kayu dibagian paha, dan menyirami kami dengan air comberan, perlakuan ini bukan sekali dilakukan oleh Tgk Muhibbul Nasir Waly,” curhat Soraya Kepada DiliputNews.com sambil menangis.

Lanjut, Ibu Soraya, Ernawati Warga Alue Tampak, Kecamatan Kecamatan Kaway XVI, menuturkan, mengetahui perlakuan Tgk Muhibbul ini saat mengantar makanan kepada Soraya,  saat itu juga ia menceritakan dan memperlihat bekas lembam pada bagian paha kiri.

“Kami tidak terima dengan perlakuan itu, sebab mendidik seorang santri bukan cara kekerasan, ini bentuk kekesalan kami kepada Tgk Muhibbul Nasir Waly,” ungkap Ernawati.

Dari keterangan pimpinan pondok Pasantren Tgk Armen mengatakan, hukuman yang diberikan Tgk Muhibbul Nasir Waly  untuk santri pacaran itu ada ketentuan di Pesantren tersebut, namun hukuman yang berikan oleh Tgk Muhibbul itu belum tau seperti bentuknya.

“Terkait pemukulan dan penyerangan itu kita serahkan kepada pihak kepolisian, jika dilakukan perdamain itu prinsip islam harus damai dulu, hukum tetap dijalankan mana yang salah dan yang benar,” katanya.

Sampai berita ini kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian setempat untuk proses hukum lebih lanjut.

Secara terpisah, Kapolres Aceh Barat, Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai Sik melalui Kasat Reskrim Iptu M Ryan Citra Yudha yang dihubungi DiliputNews.com, mengatakan saat ini pihaknya telah menerima laporan terhadap pemukulan Tgk Muhibbul Nasir Waly.

“Kasus ini masih kita proses, dan pihak kepolisian sudah melakukan visum terhadap Tgk Muhibbul Nasir Waly,” jelasnya.

Kata Ryan pelaku pemukulan sudah kita kantongi, kita menghimbau agar pelaku segera menyerahkan kepada pihak kepolisian.

Adapun 15 Santri yang dihukum oleh Tgk Muhibbul Nasir Waly, Minggu (7/4) :

(1). Soraya (2). Ratih Indriani (3). Agus Aidina (4) .Yuliana (5). Aswani (6). Raud Hatul  Jannah (7). Ulfa Ulya (8). Jusmawati (9). Nanda Silvia (10). Jatozah (11). Suci Raisah (12). Siti Mayarosa (13). Novita Sariayu (14). Rosi Zerisna (15). Fitriani.