Polisi Tetapkan Tiga Anggota PETA Aceh Barat Jadi Tersangka

oleh
Polisi Tetapkan Tiga Anggota PETA Aceh Barat Jadi Tersangka
Polisi Tetapkan Tiga Anggota PETA Aceh Barat Jadi Tersangka

MEULABOH | DiliputNews.com – Resort (Polres) Aceh Barat, Sabtu (29/12) siang, telah resmi menetapkan tiga tersangka atas kasus tindakan penganiayaan terhadap supir serta kendaraan operasional PT. Mifa Bersaudara.

Polres Aceh Barat menetapkan tiga tersangka tersebut diantaranya berniasial (23), AD (28), dan MH (45). Diktakan Kapolres Aceh Barat AKBP Faisal Rivai SIK, mereka terjerat sanksi KUH Pidana pasal 169 tentang tindakan perbuatan anarkis. Ancaman hukumannya, jelas Faisal, di atas lima tahun penjara.

“Tiga dari sepuluh anggota PETA yang kita periksa, telah ditetapkan sebagai tersangka. Dan mereka juga telah ditahan untuk mempermudah proses pemeriksaan,” kata AKBP Faisal Rivai.

Lebih lanjut Kapolres Aceh Barat mengaku akan memanggil Amiruddin (Ketua PETA) dan Koordinator aksi tersebut, untuk menjelaskan atas tindakan anarkis melarang kapal tongkang batubara berlabuh di Meulaboh.

“Pihak pimpinan PETA Aceh Barat kita akan panggil, untuk dimintai keterangan terkait larangan kapal tongkong berlabuh, serta melakukan pengerusakan dan penganiayaan terhadap dua karyawan PT. Mifa Bersaudara,” katanya.

Sementara, Humas PLTU Nagan Raya Hendra mengaku pihaknya hanya sebagai penerima material batubara sampai ke PLTU, sedangkan proses pengangkutan dan transportasi lainnya, itu merupakan tangungjawab PLN Batubara”Jadi, kalau adanya kesepakatan yang lain, itu kami tidak ada urusan,” jelasnya.

Pantaun DiliputNews.com sekitar pukul 15.30 WIB, kapal tongkang material batubara PLTU Suak Puntong Nagan Raya tersebut , terlihat mulai bersandar ke tepi pelabuhan Jetty Meulaboh, dibawah pengawasan pihak TNI/Polri di Aceh Barat.