Pengungsi Korban Banjir Di Aceh Barat Kembali Pulang

oleh
Banjir di Meulaboh
Banjir di Meulaboh

Meulaboh | DiliputNews.com – Ribuan warga yang mengungsi dalam dua lokasi akibat banjir kiriman menerjang enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, sejak Senin (24/12) kini kembali ke rumah masing-masing, karena air sudah mulai surut.

“Semuanya sudah kembali ke rumah sejak pagi ini karena kondisi air banjir sudah surut,” kata Kepala Pelaksana Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat T Ahmad Dadek di Meulaboh, Selasa.

Sedikitnya 22 desa dalam enam kecamatan di Aceh Barat dilanda banjir kiriman akibat meluapnya sungai Meureubo dan Woyla semenjak dilanda hujan deras Senin dini hari, sehingga ratusan kepala keluarga terpaksa diungsikan.

Kawasan terparah yakni Desa Pasie Mesjid, Kecamatan Meureubo sebanyak 240 KK dengan 1.014 jiwa sejak Senin siang mengungsi dan Kecamatan Woyla Barat dengan jumlah pengungsi mencapai ratusan jiwa.

Kata Dadek, bantuan masa panik bersama tim satgas penanggulangan bencana tetap disiagakan menyusul masih tingginya curah hujan melanda wilayah setempat di penghujung 2012 itu.

“Petugas tetap siaga, dan masyarakat juga kita harapkan tetap ikut waspada dengan kondisi curah hujan cukup tinggi, sementara logistik juga masih tetap dipersiapkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk kerugian material hancurnya area tanaman padi dan palawija di sebagian area persawahan masyarakat belum diperhitungkan, karena tidak ada satupun warga melaporkan kerugian akibat bencana alam itu.

Dipihak lain Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di sela meninjau lokasi pengungsian Senin malam menjelaskan, dengan kondisi demikian, kedepan pemda berupaya melakukan renovasi daerah aliran sungai (DAS) yang terkikis erosi.

“Dengan dana daerah tidak mungkin cukup untuk melakukan renovasi dan pembangunan tebing pengaman sepanjang erosi sungai, namun kita upayakan bantuan dari APBN atupun APBA,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan dalam kondisi tanggap darurat pemda akan selalu siap dengan segala bantuan hingga logistik, karena banjir merupakan bencana alam tahunan melanda wilayah itu. (ANT/Aceh).